Imigrasi Malaysia Down, Pekerja dan Wisatawan Tertahan di Bandara hingga Perbatasan

Berbagai layanan pemeriksaan keimigrasian berbasis digital Malaysia tidak dapat digunakan, para pekerja dan pelancong terdampar di sejumlah pintu masuk negara. (Foto: Wikipedia) 
 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID; JAKARTA -- Sistem imigrasi Malaysia dilaporkan mengalami gangguan besar yang menyebabkan ribuan pelancong dan pekerja lintas negara terlantar di sejumlah pintu masuk utama. Gangguan tersebut memicu antrean panjang di bandara, pelabuhan, hingga perbatasan darat Malaysia-Singapura pada jam-jam sibuk. 

Insiden yang terjadi pada Kamis (28/5/2026) pagi waktu setempat itu membuat berbagai layanan pemeriksaan keimigrasian berbasis digital tidak dapat digunakan. Petugas terpaksa mengalihkan seluruh proses pemeriksaan paspor dan dokumen perjalanan ke sistem manual untuk mengurai kepadatan penumpang. 

Menurut laporan otoritas setempat, gangguan berlangsung sekitar lima jam, mulai pukul 04.30 hingga 09.30 waktu Malaysia. Dampaknya dirasakan di sebagian besar dari 114 pos pemeriksaan imigrasi yang tersebar di seluruh negeri, termasuk jalur perbatasan Johor-Singapura yang menjadi salah satu titik tersibuk di Asia Tenggara. 

Direktur Jenderal Departemen Imigrasi Malaysia, Zakaria Shaaban, menjelaskan bahwa gangguan berasal dari masalah teknis pada pusat data Sistem Imigrasi Malaysia (MyIMMs). Ia menegaskan tidak ditemukan indikasi peretasan terhadap sistem tersebut. 

"Sistem tersebut kembali online setelah pekerjaan perbaikan dilakukan. Sistem tersebut tidak diretas," kata Zakaria Shaaban. Ia juga mengungkapkan bahwa sistem MyIMMs yang digunakan saat ini telah beroperasi selama sekitar 30 tahun sehingga rentan mengalami gangguan teknis. 

Antrean Mengular hingga Puluhan Menit

Gangguan sistem membuat gerbang otomatis pemeriksaan paspor, pemindai kode QR, hingga teknologi pengenalan wajah tidak dapat berfungsi. Akibatnya, ribuan pengguna jasa imigrasi harus mengantre di loket manual yang jumlahnya terbatas. 

Sejumlah pekerja Malaysia yang setiap hari bepergian ke Singapura mengaku terdampak langsung. Salah seorang komuter bernama M Satish mengaku harus berangkat lebih awal agar tidak terlambat bekerja akibat kemacetan dan antrean yang tidak biasa. Sementara pengguna lain, Soh Qiao Shi, mengatakan waktu pemeriksaan yang biasanya hanya sekitar lima menit membengkak menjadi lebih dari 30 menit. 

Kepadatan juga menyebabkan kondisi di area pemeriksaan menjadi panas dan sesak. Banyak pelancong mengeluhkan ketidakpastian jadwal perjalanan serta lambatnya proses pemeriksaan selama sistem digital tidak berfungsi. 

Pemerintah Siapkan Sistem Baru

Pemerintah Malaysia diketahui tengah mengembangkan Sistem Imigrasi Terpadu Nasional atau NIISe sebagai pengganti sistem lama MyIMMs. Proyek modernisasi tersebut ditargetkan mulai beroperasi penuh pada 2028 untuk meningkatkan keandalan layanan perbatasan dan keimigrasian. 

Insiden terbaru ini menjadi sorotan karena disebut sebagai gangguan besar kedua dalam beberapa waktu terakhir yang memengaruhi layanan imigrasi Malaysia. Otoritas setempat berjanji melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa kembali terjadi, terutama di jalur perbatasan yang menjadi urat nadi mobilitas pekerja dan wisatawan regional. 

(berbagai sumber