![]() |
| Kemendikdasmen resmi mengumumkan hasil TKA SD- SMP 2026. (Foto: Instagram SMP Prestasi Global) |
GEBRAK.ID; JAKARTA -- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi mengumumkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI dan SMP/MTs tahun 2026. Hasilnya menunjukkan kemampuan literasi siswa Indonesia masih lebih baik dibanding kemampuan numerasi dan matematika.
Berdasarkan data nasional yang dipaparkan dalam taklimat media di Jakarta, rerata nilai Bahasa Indonesia siswa SD dan SMP berada di kisaran angka 60. Sementara itu, rerata nilai Matematika masih berada pada rentang 40 hingga 43. Kondisi tersebut dinilai menjadi alarm penting bagi dunia pendidikan nasional.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, mengatakan hasil tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan literasi siswa relatif lebih baik dibanding numerasi dan penalaran matematis.
“Penguatan kemampuan berpikir logis, penalaran matematis, dan pemecahan masalah masih perlu terus diperkuat dalam proses pembelajaran sehari-hari,” ujar Toni dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Rerata Nilai TKA SD dan SMP 2026
Berikut rincian rerata nilai TKA nasional 2026:
Bahasa Indonesia
SD/MI: 60,14
SMP/MTs: 60,83
Matematika
SD/MI: 43,41
SMP/MTs: 40,34
Data tersebut memperlihatkan adanya kesenjangan cukup lebar antara kemampuan literasi bahasa dan numerasi siswa. Bahkan pada jenjang SMP, nilai Matematika tercatat lebih rendah dibanding jenjang SD.
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Rahmawati, menyebut capaian Bahasa Indonesia yang lebih tinggi dipengaruhi proses sosialisasi TKA yang lebih panjang sehingga persiapan siswa lebih matang.
Menurut Rahmawati, hasil TKA jenjang SD dan SMP bahkan lebih baik dibanding capaian TKA SMA/SMK untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Matematika Masih Jadi Tantangan Besar
Hasil TKA 2026 juga menunjukkan kemampuan numerasi siswa Indonesia masih perlu perhatian serius. Selain rerata yang rendah, jumlah siswa yang memperoleh nilai sempurna di Matematika juga jauh lebih sedikit dibanding Bahasa Indonesia.
Pada jenjang SD, hanya 814 siswa yang memperoleh nilai 100 Matematika, sedangkan lebih dari 4.500 siswa meraih nilai sempurna pada Bahasa Indonesia. Kondisi serupa juga terjadi di tingkat SMP.
Pengamat pendidikan menilai hasil tersebut dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah dan sekolah untuk memperkuat metode pembelajaran berbasis logika, analisis, dan pemecahan masalah sejak dini.
Hasil TKA Bukan Ajang Ranking Daerah
Kemendikdasmen menegaskan hasil TKA tidak digunakan untuk meranking provinsi atau sekolah. Pemerintah menyebut TKA lebih difungsikan sebagai instrumen pemetaan kualitas pendidikan nasional dan bahan evaluasi pembelajaran.
Pengumuman hasil TKA SD dan SMP 2026 mulai dapat diakses sekolah sejak Selasa, 26 Mei 2026 pukul 13.00 WIB melalui portal resmi Kemendikdasmen. Hasil akan diteruskan melalui Dinas Pendidikan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama sebelum dibagikan kepada siswa.
(berbagai sumber)
