Pelatihan Vokasi Batch 2 Kemnaker Dibuka hingga 9 Juni 2026: Ada 24 Kejuruan dan Sertifikat BNSP

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli. (Foto: Humas Kemnaker)
Editor: Zaky AH

GEBRAK.ID; JAKARTA – Kabar baik bagi masyarakat yang ingin meningkatkan keterampilan sekaligus memperbesar peluang mendapatkan pekerjaan. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 Tahun 2026 dengan menyediakan 24 pilihan kejuruan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Pendaftaran program ini telah dibuka sejak 19 Mei dan akan berlangsung hingga 9 Juni 2026. Melalui program tersebut, peserta berkesempatan memperoleh pelatihan berbasis kompetensi, sertifikat pelatihan, hingga sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengatakan pelatihan vokasi merupakan salah satu instrumen penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap menghadapi tantangan pasar kerja yang semakin kompetitif.

Menurut Yassierli, pelatihan vokasi menawarkan jalur yang lebih cepat bagi masyarakat untuk menguasai keterampilan kerja karena proses pembelajarannya lebih menekankan praktik dibanding teori.

"Pelatihan vokasi ini adalah jalur cepat bagi masyarakat untuk langsung siap kerja. Dengan waktu yang relatif singkat, peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran teoretis, tetapi juga keterampilan praktis yang memang dibutuhkan di lapangan," ujar Yassierli dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu (30/5/2026).

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Berdasarkan berbagai kajian ketenagakerjaan, kesenjangan keterampilan atau skills gap masih menjadi salah satu tantangan utama dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor industri.

Karena itu, Kemnaker terus memperluas akses pelatihan agar masyarakat dari berbagai daerah memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensinya.

Dalam pelaksanaan Batch 2 ini, peserta akan dibimbing langsung oleh instruktur yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya. Selain itu, fasilitas pelatihan juga disiapkan untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai standar industri.

Salah satu daya tarik utama program ini adalah sertifikasi yang akan diterima peserta setelah menyelesaikan pelatihan. Selain memperoleh Sertifikat Pelatihan dari Kemnaker, peserta yang dinyatakan kompeten juga berhak mendapatkan Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang dapat menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan.

Adapun 24 kejuruan yang tersedia mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Manufaktur, Elektronika, Las, Listrik, Otomotif, Refrigerasi, Konstruksi, Industri Kreatif, Fashion Technology, Bisnis dan Manajemen, Tata Kecantikan, Bahasa, hingga Pariwisata.

Selain itu tersedia pula pelatihan di sektor Pertanian, Perikanan, Peternakan, Kehutanan, Pertambangan, Mekanisasi Pertanian, Teknologi Pengolahan Agroindustri, Pelayanan Sosial dan Masyarakat, Teknologi Pelatihan, serta Produktivitas.

Program ini terbuka bagi masyarakat yang ingin meningkatkan keterampilan maupun menambah kompetensi baru untuk mendukung karier di masa depan.

Bagi calon peserta, proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui platform Skillhub Kemnaker. Pendaftar cukup membuat akun, melengkapi data diri, memilih program pelatihan yang diminati, dan mengikuti tahapan asesmen yang telah ditetapkan.

Dengan semakin tingginya kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai sektor, program pelatihan vokasi menjadi peluang yang patut dimanfaatkan. Selain meningkatkan kemampuan kerja, peserta juga memiliki kesempatan memperluas jaringan profesional dan meningkatkan daya saing di pasar tenaga kerja nasional.

Masyarakat yang berminat dapat segera mendaftar sebelum batas waktu penutupan pada 9 Juni 2026.

(Sumber: Kemnaker)