GEBRAK.ID; SUMEDANG — Upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional terus diperkuat pemerintah melalui peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Salah satunya lewat peluncuran program beasiswa “Guruku: Guru Unggul Raih Kualitas” yang resmi diperkenalkan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (20/5/2026).
Program hasil kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi tersebut diharapkan menjadi solusi nyata untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi guru sekaligus meningkatkan kompetensi dan kepemimpinan para pendidik di Indonesia.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, mengatakan kualitas pendidikan nasional sangat ditentukan oleh kualitas guru di ruang kelas.
Menurut Wamen Atip, tantangan pendidikan saat ini bukan lagi sekadar soal kualifikasi akademik, tetapi juga kompetensi yang benar-benar mampu menjawab kebutuhan pembelajaran modern.
“Kata kuncinya sekarang setelah kualifikasi adalah kompetensi. Hampir 50 persen ketercapaian pendidikan berkualitas sangat ditentukan oleh guru,” ujar Wamen Atip saat peluncuran program di Sumedang, Rabu (20/5/2026).
Guru Didorong Kuasai Deep Learning
Wamen Atip menjelaskan, mayoritas guru di Indonesia saat ini memang telah memenuhi syarat akademik minimal D4 atau S1. Namun, hal tersebut belum otomatis mencerminkan kualitas kompetensi pembelajaran yang optimal.
Karena itu, Kemendikdasmen mendorong penerapan konsep deep learning atau pembelajaran mendalam di sekolah-sekolah.
Menurut Wamen Atip, pendekatan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan metode mengajar, tetapi juga harus didukung penguasaan materi atau content knowledge yang kuat dari seorang guru.
“Banyak guru sudah mencoba menerapkan pembelajaran mendalam, tetapi kedalamannya belum optimal karena penguasaan materi yang masih terbatas,” kata Wamen Atip.
Melalui program “Guruku”, pemerintah ingin memperkuat dua aspek utama dalam pengembangan guru, yakni penguasaan materi pembelajaran dan kemampuan kepemimpinan.
DPRD Jawa Barat Sebut Guru Investasi Masa Depan
Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Siti Muntamah. Ia menilai program “Guruku” menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga memberi keteladanan. Ini investasi besar bagi masa depan anak-anak Indonesia,” ujar Siti.
Sementara itu, Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad), Arief Sjamsulaksan, menegaskan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung peningkatan kualitas guru nasional.
Menurut Arief, perguruan tinggi tidak bisa berjalan sendiri membangun generasi unggul tanpa fondasi pendidikan dasar dan menengah yang kuat.
“Unpad ingin ikut memberi kesempatan agar guru-guru Indonesia bisa meningkatkan kapasitasnya menjadi lebih baik,” kata Arief.
Guru di Daerah Terpencil Ikut Rasakan Manfaat
Program “Guruku” juga mulai dirasakan manfaatnya oleh para guru di daerah. Salah satu penerima beasiswa, Ihwan, mengaku program tersebut menjadi motivasi baru untuk terus berkembang sebagai pendidik.
Guru dari SDN 1 Bojong itu mengatakan kesempatan melanjutkan studi bukan akhir perjuangan, melainkan awal untuk memperbaiki kualitas diri sebagai pengajar.
“Guru harus terus belajar karena kebutuhan peserta didik terus berubah,” ujar Ihwan.
Perjuangan Ihwan mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Soekarno Sukriyadi.
Menurut Soekarno, Ihwan mengajar di wilayah pegunungan dengan akses cukup sulit dan waktu tempuh hingga dua jam dari pusat kota.
“Perjuangannya luar biasa dan kami bangga ada guru yang tetap semangat meningkatkan kapasitas diri,” kata Soekarno.
Tiga Skema Beasiswa Disiapkan
Program Beasiswa Guru Unpad menyediakan tiga skema bantuan pendidikan bagi guru yang melanjutkan studi Magister atau S2.
Skema pertama berupa beasiswa penuh 100 persen biaya pendidikan. Selain itu tersedia beasiswa parsial sebesar 75 persen dan bantuan pendidikan sebesar 50 persen.
Program tersebut berlaku untuk 18 program studi Magister di Unpad sesuai persyaratan yang telah ditentukan.
Pemerintah berharap program “Guruku” mampu melahirkan lebih banyak guru unggul yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki kepemimpinan dalam membangun pendidikan Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing global.
(Sumber: BKHM Setjen Kemendikdasmen)
