Editor: Damar Pratama
Bek kanan asal Spanyol, Dani Carvajal, akan meninggalkan Real Madrid di akhir musim 2025/2026. (Foto: realmadrid.com)
GEBRAK.ID; JAKARTA — Sebuah era emas akan segera berakhir di Santiago Bernabeu. Real Madrid secara resmi mengumumkan bahwa kapten tim, Dani Carvajal, akan meninggalkan klub pada pengujung musim 2025/2026.
Sebuah perpisahan yang tidak hanya menutup kontrak, melainkan mengakhiri kisah cinta dua dekade lebih antara seorang bocah akademi yang tumbuh menjadi legenda hidup Los Blancos.
Kepastian itu disampaikan langsung melalui laman resmi klub pada Senin (18/5/2026). Dalam pernyataannya, Real Madrid menyebut pengumuman ini sebagai akhir dari salah satu perjalanan paling bersejarah yang pernah terukir di klub raksasa Spanyol tersebut.
"Real Madrid dan kapten kami Dani Carvajal telah sepakat untuk mengakhiri perjalanan luar biasa sebagai pemain klub ini pada akhir musim," demikian bunyi pernyataan resmi itu.
Klub tak segan memberikan penghormatan setinggi langit kepada pemain yang telah menjadi napas dan jiwa pertahanan kanan Madrid itu. "Real Madrid ingin menyampaikan rasa terima kasih dan kasih sayang kepada salah satu legenda terbesar klub kami dan sepak bola dunia," lanjut pernyataan tersebut.
Dari Castilla Menuju Keabadian
Dani Carvajal bukan sekadar pemain hebat; ia adalah personifikasi dari nilai-nilai akademi La Fabrica. Ceritanya dimulai pada 2002, ketika seorang bocah berusia 10 tahun bergabung dengan akademi Real Madrid. Dari sana, ia menapaki tangga demi tangga, dari Castilla hingga akhirnya menembus tim utama—meski sempat mampir semusim ke Bayer Leverkusen pada 2012 sebagai batu loncatan.
Totalitasnya tak terbantahkan. Dari 23 tahun mengabdi, 10 tahun dihabiskan di akademi dan 13 musim bersama skuad senior. Selama periode itu, Carvajal bertransformasi dari bek kanan muda penuh energi menjadi pemimpin yang dihormati di ruang ganti, lengkap dengan ban kapten melingkar di lengannya.
Warisan terbesarnya tentu saja adalah lemari trofi yang nyaris penuh sesak. Carvajal mengoleksi total 27 gelar bergengsi: enam trofi Liga Champions, enam Piala Dunia Antarklub, lima Piala Super Eropa, empat gelar LaLiga, dua Copa del Rey, dan empat Piala Super Spanyol. Sederet angka yang sulit ditandingi.
Florentino Perez: Legenda Sejati Bernabeu
Kepergian Carvajal jelas meninggalkan luka emosional, terutama bagi Presiden Real Madrid, Florentino Perez. Pria nomor satu di Bernabeu itu memberikan tribut khusus yang menggambarkan betapa besarnya jasa Carvajal bagi identitas klub.
"Dani Carvajal adalah legenda dan simbol Real Madrid. Ia selalu mewakili nilai-nilai klub dengan cara yang luar biasa. Rumah ini akan selalu menjadi miliknya," ujar Perez penuh keharuan.
Tak hanya itu, sebagai bentuk penghormatan terakhir, Santiago Bernabeu akan menjadi panggung perpisahan megah akhir pekan mendatang. Laga kandang terakhir LaLiga musim ini akan dijadikan momen tribut spesial bagi sang kapten untuk menutup lembaran karirnya di hadapan puluhan ribu Madridista yang mencintainya.
Warisan Gol dan Ketangguhan
Secara statistik, Carvajal mencatatkan 450 penampilan di semua kompetisi bersama Real Madrid. Meski berposisi sebagai bek, ia turut menyumbang 14 gol—beberapa di antaranya hadir di momen paling krusial. Salah satunya tentu gol penting di final Liga Champions 2024 yang mengantarkannya dinobatkan sebagai Man of the Match.
Prestasi individu juga mengalir deras. Pada 2024, ia masuk dalam FIFPro World XI dan The Best FIFA Men's XI—sebuah pengakuan bahwa dirinya adalah bek kanan terbaik di planet ini.
Kini, setelah 23 tahun, perjalanan itu sampai di ujung. Dani Carvajal akan meninggalkan Bernabeu, tapi namanya akan abadi. Ia bukan hanya bek kanan, melainkan jantung dari DNA juara Real Madrid.
(Sumber: Real Madrid)