Terungkap Dugaan Child Grooming Kepsek SMK di Tangsel, Awalnya Di-Spill lewat Saluran WhatsApp

Dugaan child grooming di SMK swasta di Tangsel terungkap ke publik lewat saluran WA. (Foto ilustrasi: Freepik) 
Editor: Devona R

GEBRAK.ID; JAKARTA--Kasus dugaan child grooming yang menyeret seorang kepala sekolah SMK swasta di Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, menjadi sorotan publik setelah percakapan dan konten kedekatan dengan seorang siswi tersebar melalui saluran WhatsApp anonim.

Peristiwa ini mencuat sejak pertengahan Mei 2026 setelah sejumlah siswa dan alumni mulai membagikan dugaan bukti hubungan tidak wajar antara kepala sekolah berinisial AMA dengan seorang siswi berinisial S. Dugaan tersebut kemudian viral di media sosial dan memicu gelombang protes di lingkungan sekolah. 

Informasi yang beredar menyebutkan, awal mula kasus terbongkar berasal dari saluran WhatsApp pribadi yang kemudian di-spill ulang oleh akun anonim. Dalam unggahan itu terdapat foto, video, hingga percakapan yang memperlihatkan kedekatan antara keduanya.

Pihak sekolah mengakui dugaan tersebut pertama kali ramai setelah tersebarnya konten dari saluran WhatsApp bertajuk “spill” pada Rabu, 13 Mei 2026. Konten itu disebut berasal dari unggahan pribadi siswi yang bersangkutan sebelum akhirnya menyebar luas ke media sosial lain. 

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Letris 2 Pamulang, Firdaus Shaugie, menjelaskan pihak sekolah sebelumnya tidak mengetahui adanya hubungan yang diduga terjadi di luar lingkungan sekolah.

Menurutnya, komunikasi awal bermula ketika orang tua siswi meminta pihak sekolah ikut mengawasi anaknya karena tinggal di rumah kos bersama saudaranya. Namun, hubungan tersebut diduga berkembang menjadi lebih dekat secara personal. 

“Kalau di sekolah kami tidak melihat kedekatan mencolok. Tetapi setelah ramai di media sosial, kami langsung melakukan klarifikasi,” demikian penjelasan pihak sekolah sebagaimana dikutip dari sejumlah laporan media. 

Viral Setelah Acara Perpisahan Sekolah

Dugaan kasus ini disebut mulai ramai diperbincangkan usai kegiatan pelepasan siswa kelas XII pada 7 Mei 2026. Sejumlah siswa mengaku melihat kedekatan tidak biasa antara kepala sekolah dan siswi tersebut selama kegiatan berlangsung.

Beberapa siswa bahkan menuding adanya perlakuan khusus terhadap siswi tertentu, mulai dari perhatian intens hingga bantuan pembayaran kebutuhan sekolah. Meski demikian, tudingan tersebut masih menjadi bagian dari investigasi internal dan belum dibuktikan secara hukum. 

Unggahan di media sosial juga menuding kepala sekolah diduga mendekati siswi yang memiliki kondisi emosional rentan atau minim perhatian keluarga. Narasi itu kemudian memicu diskusi luas terkait fenomena child grooming di lingkungan pendidikan. 

Yayasan Nonaktifkan hingga Putus Hubungan dengan Kepsek

Menanggapi polemik tersebut, yayasan yang menaungi sekolah langsung mengambil langkah investigasi internal. Pada Jumat, 15 Mei 2026, kepala sekolah berinisial AMA dinonaktifkan sementara dari jabatannya.

Sehari kemudian, pihak yayasan mengumumkan bahwa yang bersangkutan tidak lagi terafiliasi dengan institusi pendidikan tersebut secara permanen. Yayasan juga menyampaikan permintaan maaf kepada orang tua siswa dan masyarakat atas kegaduhan yang terjadi. 

Pihak sekolah menegaskan mereka berkomitmen menjaga keamanan dan profesionalitas lingkungan pendidikan selama proses penanganan berlangsung.

Sementara itu, aparat kepolisian di Tangerang Selatan disebut mulai melakukan penyelidikan terkait dugaan child grooming tersebut. 

Apa Itu Child Grooming?

Komnas Perempuan menjelaskan child grooming merupakan bentuk kekerasan berbasis gender terhadap anak yang dilakukan melalui manipulasi emosional, relasi kuasa, hingga pendekatan psikologis secara bertahap.

Pelaku biasanya membangun kedekatan dengan korban, memberi perhatian berlebih, meminta hubungan dirahasiakan, hingga menciptakan ketergantungan emosional sebelum melakukan tindakan eksploitasi lebih jauh. 

(berbagai sumber)