UNY dan UMB Merasa Dicatut dalam Dugaan Riset Palsu dari Indonesia di Konferensi Dunia

Momen Prihantini mempresentasikan riset di International Symposium on Pneumococci and Pneumococcal Disease (ISPPD) di Copenhagen, Denmark, 18 Mei 2026 lalu. (Foto: Dok. WO Dwi Daningrat)
Editor: M. Zuhro AH

GEBRAK.ID; JAKARTA – Polemik dugaan riset palsu yang menyeret nama sejumlah peneliti Indonesia di konferensi internasional di Denmark terus melebar. Kali ini, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UMB) mengaku nama institusinya dicatut dalam publikasi ilmiah yang diduga bermasalah.

Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah sejumlah abstrak penelitian yang dipresentasikan dalam konferensi International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) di Kopenhagen, Denmark, menuai sorotan karena diduga menggunakan data dan identitas akademik yang tidak valid.

Salah satu abstrak ilmiah yang dipermasalahkan berjudul Transforming Liver Transplant Outcome Prediction: An Innovative Machine Learning Approach for Improved Graft Survival Assessment. Dalam publikasi itu tercantum nama Rifaldy Fajar, Syahnaz Vivi Putry, dan Ufi Elfiany dengan afiliasi “Department of Liver Transplant Surgery, Computational Biology and Medicine Laboratory, Yogyakarta State University, Indonesia”.

Namun pihak UNY langsung membantah keberadaan departemen maupun laboratorium tersebut di lingkungan kampus mereka.

“Kami tegaskan di UNY tidak ada Departemen Bedah Transplantasi Hati ataupun Laboratorium Kedokteran dan Biologi Komputasi sebagaimana tercantum dalam publikasi tersebut,” ujar perwakilan UNY, Nur Hidayanto, dikutip dari berbagai sumber, Kamis (28/5/2026).

Meski begitu, UNY mengaku tetap membuka ruang klarifikasi terhadap pihak-pihak yang disebut dalam kasus tersebut. Kampus juga mengaku telah berupaya menghubungi beberapa nama yang diduga terlibat, termasuk Rifaldy Fajar, Rini Winarti, dan Prihantini.

Menurut UNY, persoalan ini bukan sekadar kesalahan administratif, melainkan menyangkut kredibilitas institusi pendidikan tinggi di mata internasional.

Tak hanya UNY, Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UMB) juga mengeluarkan klarifikasi resmi terkait nama Elfiany Syafruddin yang disebut dalam akun Google Scholar milik Rifaldy Fajar.

Melalui keterangan resmi yang ditandatangani Kepala LPPM UMB, Ilmar Andi Achmad, kampus menegaskan bahwa Elfiany memang pernah tercatat sebagai mahasiswa pindahan di Program Studi Bahasa Indonesia saat kampus masih bernama STKIP Muhammadiyah Bulukumba.

Namun status yang bersangkutan saat ini hanyalah alumni dan bukan bagian aktif dari institusi.

“Saudari Elfiany Syafruddin bukan dosen, staf peneliti, maupun mahasiswa aktif di Universitas Muhammadiyah Bulukumba. Statusnya murni alumni,” tegas Ilmar.

UMB juga menyoroti penggunaan nama kampus tanpa izin dalam karya ilmiah sebagai bentuk pelanggaran etika akademik yang serius.

“Dalam etika publikasi ilmiah, alumni tidak dibenarkan mencatut nama almamater sebagai afiliasi institusi kecuali masih memiliki status resmi di kampus. Tindakan ini merupakan pemalsuan identitas akademik yang merugikan institusi kami,” lanjut Ilmar.

Kasus ini kini menjadi perhatian luas karena dikhawatirkan dapat mencoreng reputasi dunia riset Indonesia di tingkat global. Sejumlah pihak mendorong adanya investigasi mendalam agar integritas akademik tetap terjaga dan kepercayaan internasional terhadap peneliti Indonesia tidak menurun.

(Berbagai Sumber)

Jangan Terlewatkan: Heboh Dugaan Riset Palsu dari Indonesia di Forum Ilmiah Dunia, Identitas Peneliti hingga Data Dipertanyakan