Warga AS Tertular Ebola Saat Bertugas di Kongo, Bandara Internasional Mulai Perketat Skrining

Ilustrasi alat tes virus ebola ( Foto: envato) 


Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID; JAKARTA--Seorang warga negara Amerika Serikat dilaporkan tertular virus Ebola saat menjalankan misi medis di Republik Demokratik Kongo. Kasus ini terjadi pada pertengahan Mei 2026 dan langsung memicu peningkatan kewaspadaan kesehatan di sejumlah negara, termasuk pengetatan pemeriksaan di bandara internasional.

Dokter asal AS tersebut diketahui terpapar virus ketika bertugas di wilayah timur Republik Demokratik Kongo, kawasan yang sejak beberapa bulan terakhir menjadi pusat penyebaran wabah Ebola. Informasi mengenai kasus ini diumumkan otoritas kesehatan Amerika Serikat pada Senin, 18 Mei 2026 waktu setempat.

Pasien dilaporkan mulai mengalami gejala beberapa hari sebelum akhirnya dipastikan positif Ebola. Setelah kondisinya memburuk, dokter tersebut dievakuasi dari Kongo menuju fasilitas medis khusus di Jerman untuk menjalani perawatan intensif.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut dua tenaga medis lain yang sempat melakukan kontak erat dengan pasien kini juga menjalani karantina dan observasi ketat guna mencegah penyebaran lebih lanjut.

Wabah Ebola terbaru ini terjadi di sejumlah wilayah di Republik Demokratik Kongo dan Uganda. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya telah menetapkan situasi tersebut sebagai darurat kesehatan masyarakat internasional karena tingginya risiko penyebaran lintas negara.

WHO menjelaskan strain Ebola yang saat ini menyebar merupakan jenis Bundibugyo, salah satu varian Ebola yang belum memiliki vaksin maupun pengobatan khusus yang tersedia luas. Hingga Mei 2026, wabah tersebut dilaporkan telah menyebabkan banyak korban jiwa dan ratusan kasus suspek di kawasan Afrika Tengah dan Timur.

Meningkatnya kasus Ebola membuat sejumlah negara memperketat pengawasan di pintu masuk internasional. Pemeriksaan suhu tubuh, pengecekan riwayat perjalanan, hingga pemantauan kondisi kesehatan penumpang kini diperluas di berbagai bandara internasional.

Pemerintah Indonesia juga meningkatkan kewaspadaan menyusul perkembangan wabah tersebut. Kementerian Kesehatan memperketat skrining kesehatan di bandara internasional dan pelabuhan untuk mendeteksi dini kemungkinan kasus impor Ebola.

Hingga saat ini, pemerintah memastikan belum ditemukan kasus Ebola di Indonesia. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada, terutama bagi pelaku perjalanan internasional yang baru kembali dari negara terdampak wabah.

Ebola merupakan penyakit infeksi virus mematikan yang menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita. Gejalanya meliputi demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, muntah, diare, hingga perdarahan pada kasus berat.

(berbagai sumber)