Harga Telur Anjlok hingga Peternak Blitar Bagikan 1 Juta Butir Gratis, Kementan Surati BGN untuk Serap Lewat MBG

Ditjend PKH Kementan telah melayangkan surat ke Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menyerap telur dari peternak lokal melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: ditjenpkh.pertanian.go.id) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID; JAKARTA - Pemerintah bergerak cepat merespons anjloknya harga telur di tingkat peternak yang membuat para peternak merugi hingga puluhan juta rupiah per bulan. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) telah melayangkan surat ke Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menyerap telur dari peternak lokal melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini diambil di tengah protes keras peternak ayam petelur di Blitar, Jawa Timur, yang membagikan 1 juta butir telur gratis ke masyarakat sebagai bentuk keputusasaan karena harga jual di tingkat kandang anjlok hingga di bawah harga pokok produksi (HPP).

Surat dari Kementan dan Respons BGN

Direktur Jenderal PKH Agung Suganda mengatakan, surat yang dilayangkan pada 8 Mei lalu itu meminta Kepala BGN untuk mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggunakan telur peternak lokal sebagai menu MBG.

“Dalam surat tersebut, Kementan mengusulkan peningkatan penggunaan telur dalam menu MBG,” kata Agung dalam keterangan resmi, Minggu (7/6/2026) .

Kementan meminta agar SPPG membeli telur dari para peternak sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat produsen Rp 26.500 per kilogram.

Surat tersebut kemudian ditindaklanjuti BGN dengan menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor SE/01/06/V/2026 yang meminta SPPG menyerap telur dari peternak lokal sesuai HAP Produsen .

Bahkan, BGN mengancam akan menutup sementara dapur MBG yang tidak membeli telur langsung dari peternak lokal. Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan instruksi tersebut setelah menerima laporan ketimpangan harga di tingkat peternak.

“Hari ini saya instruksikan ulang, seluruh SPPG khususnya di Magetan membeli langsung ke peternak. Kalau tidak membeli langsung ke peternak, dapurnya saya suspensi,” tegas Nanik dalam kunjungannya ke Magetan, Senin (1/6/2026) .

Peternak Blitar Bagikan 1 Juta Telur Gratis

Sebelumnya, aksi dramatis dilakukan para peternak ayam petelur dari Blitar Raya, Tulungagung, Kediri, dan Trenggalek. Di tengah aksi damai di depan Kantor Bupati Blitar, Senin (1/6/2026), mereka membagikan sekitar 1 juta butir telur yang diangkut menggunakan 200 mobil pickup kepada warga. 

Koordinator lapangan aksi, Suyanto, mengatakan aksi bagi-bagi telur ini sebagai simbol keprihatinan. “Hari ini, kami membagikan 1 juta butir telur secara gratis kepada masyarakat. Ini bentuk keprihatinan kami dengan harga telur yang terus turun,” ujarnya .

Para peternak mengaku putus asa karena harga telur di tingkat kandang hanya berkisar Rp20.000 hingga Rp21.000 per kilogram, jauh di bawah HPP yang mencapai Rp23.000 per kilogram .

Pakan Melonjak, Peternak Merugi

Salah satu peternak asal Blitar, Suryono, mengungkapkan pemicu utama krisis ini adalah kenaikan harga pakan yang ekstrem, terutama komponen impor yang mencapai 35 persen dari total pakan konsentrat.

“Porsi bahan pakan yang impor itu sekitar 35 persen dari pakan konsentrat. Tapi naiknya komponen bahan pakan impor ini ada yang sampai 100 persen,” ujar Suryono .

Ia merinci, tepung bungkil kedelai (BKK) naik dari Rp7.000 menjadi Rp9.000 per kilogram, tepung daging (MBM) naik dari Rp9.000 menjadi Rp12.000 per kilogram, sementara harga pakan jadi (konsentrat) melonjak dari Rp365.000 menjadi Rp395.000 hingga Rp420.000 per sak (50 kilogram) .

Akibatnya, peternak skala kecil yang hanya mengandalkan perputaran uang harian mengalami kerugian sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000 per kilogram telur yang dihasilkan .

Bupati Blitar Rijanto mengakui kondisi ini mengancam keberlangsungan peternak rakyat. “Saya dengar harga terakhir di kandang Rp21.000 per kilogram. Ini butuh pertolongan, uluran tangan dari pusat,” ujarnya saat menemui para peternak yang berunjuk rasa .

Asosiasi Peternak Dukung Penyerapan Lewat Koperasi

Menanggapi situasi ini, Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR) Jawa Timur menyepakati komitmen pasokan telur untuk program MBG melalui koperasi peternak dengan harga acuan pemerintah .

Ketua PINSAR Indonesia Jawa Timur, Hidayaturrahman, mengatakan harga pokok produksi (BEP) telur berada di kisaran Rp22.500 per kilogram. “Apabila margin 10 persen, maka harusnya mengikuti harga HAP senilai Rp26.500 on farm. Dengan demikian, kita harap program ini segera bisa kita realisasikan,” ujarnya .

Rakortas di Kemendag

Persoalan anjloknya harga telur juga menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi di Kementerian Perdagangan pada Kamis (4/6/2026). Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut pemerintah telah meminta BGN untuk menyerap telur di daerah sentra produksi yang harganya sedang anjlok .

“Kemarin ada beberapa daerah ya, terutama di Jawa Timur, di Blitar itu harga telur itu kan turun,” ujar Budi .

Pemerintah pun menetapkan telur ayam ras dan daging boleh digunakan sebagai komponen berbagai bantuan pangan ketika harga komoditas itu ambruk, dengan harapan harga telur bisa terkerek naik sesuai HAP Produsen .

(berbagai sumber