Honda Recall Hampir 100 Ribu Mobil, Masalah Airbag Berpotensi Membahayakan Penumpang Anak

Mobil Honda CRV. (Foto ilustrasi: Honda)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID; JAKARTA – Produsen otomotif Jepang, Honda, kembali melakukan penarikan kendaraan dalam jumlah besar di Amerika Serikat. Kali ini, hampir 100 ribu unit mobil dari berbagai model Honda dan Acura masuk program recall akibat potensi gangguan pada sensor airbag penumpang yang dapat memicu pengembangan kantung udara secara tidak semestinya saat kecelakaan.

Berdasarkan laporan yang disampaikan kepada National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), Selasa (2/6/2026), sebanyak 98.892 kendaraan terdampak masalah tersebut. Program penarikan mencakup 13 model Honda dan Acura produksi tahun 2016 hingga 2026.

Sejumlah model yang masuk daftar recall antara lain Honda Civic, Accord, CR-V, HR-V, Fit, Odyssey, Passport, Pilot, Ridgeline, Insight, serta Acura TLX, RDX, dan MDX.

Masalah utama ditemukan pada sensor berat penumpang yang terpasang di kursi depan. Komponen tersebut berfungsi mendeteksi bobot penumpang untuk menentukan apakah airbag perlu mengembang saat terjadi benturan.

Namun, dokumen NHTSA mengungkap adanya potensi kerusakan pada kapasitor di papan sirkuit sensor. Komponen itu dapat retak dan mengalami korsleting internal ketika terpapar kelembapan dalam jangka waktu tertentu.

Kondisi tersebut dinilai berisiko karena dapat menyebabkan airbag depan maupun airbag lutut mengembang meski kursi penumpang ditempati bayi dalam kursi khusus anak, anak-anak, atau penumpang bertubuh kecil. Dalam situasi tertentu, tekanan airbag yang terlalu kuat justru dapat meningkatkan risiko cedera.

Investigasi menunjukkan masalah bermula dari perubahan material dasar yang digunakan pada papan sirkuit sensor. Material pengganti tersebut disebut memicu tekanan tambahan pada komponen elektronik sehingga meningkatkan kemungkinan retaknya kapasitor.

Recall kali ini merupakan perluasan dari program serupa yang telah diumumkan Honda pada 2024. Otoritas keselamatan lalu lintas Amerika Serikat menemukan adanya kesalahan dalam identifikasi kendaraan terdampak, perhitungan masa produksi komponen bermasalah, serta proses verifikasi data yang dinilai belum optimal.

Sebagai langkah perbaikan, Honda dan Acura akan mengganti sensor berat penumpang dengan komponen baru yang menggunakan material asli dan telah dinyatakan aman dari potensi cacat produksi tersebut. Seluruh proses penggantian akan dilakukan tanpa biaya kepada konsumen.

Honda berencana mulai mengirimkan surat pemberitahuan kepada pemilik kendaraan yang terdampak pada 6 Juli 2026. Pemilik kendaraan disarankan segera memeriksa status unit mereka melalui jaringan dealer resmi setelah pemberitahuan diterima.

Kasus recall ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan kualitas komponen keselamatan kendaraan. Industri otomotif global dalam beberapa tahun terakhir memang semakin ketat melakukan penarikan produk demi meminimalkan risiko yang dapat membahayakan keselamatan pengemudi maupun penumpang.

(Berbagai Sumber) 

JANGAN TERLEWATKAN Honda Rugi untuk Pertama Kalinya dalam 70 Tahun, Strategi Mobil Listrik Jadi Biang Keroknya