Setelah 75 Tahun Beroperasi, Bandara Tersibuk di Dunia Bersiap Tutup Permanen pada 2035

Dubai International Airport akan menutup pintunya secara permanen paling lambat pada tahun 2035. Keputusan monumental ini menandai berakhirnya era 75 tahun operasional DXB yang telah menjadi ikon pusat penerbangan global. ( Foto: istimewa) 

Editor: Devona R

GEBRAK.ID;JAKARTA - Dubai International Airport (DXB), bandara yang selama bertahun-tahun menyandang status sebagai bandara internasional tersibuk di dunia, akan menutup pintunya secara permanen paling lambat pada tahun 2035. Keputusan monumental ini menandai berakhirnya era 75 tahun operasional DXB yang telah menjadi ikon pusat penerbangan global.

Penutupan ini merupakan bagian dari rencana transformasi besar-besaran sektor penerbangan Dubai. Seluruh operasional, termasuk penerbangan premium Emirates, akan dipindahkan sepenuhnya ke Al Maktoum International Airport, juga dikenal sebagai Dubai World Central (DWC), yang berlokasi sekitar 32 kilometer di barat daya pusat Kota Dubai.

Keputusan ini diambil karena DXB dinilai telah mencapai batas kapasitas maksimalnya dan tidak memungkinkan untuk diperluas lebih jauh. CEO Dubai Airports, Paul Griffiths, menyatakan bahwa mempertahankan dua bandara besar dalam radius kurang dari 70 kilometer dinilai tidak efisien dalam jangka panjang.

Al Maktoum: Bandara Masa Depan dengan Lima Landasan

Sebagai pengganti DXB, Al Maktoum International Airport tengah menjalani proyek pengembangan kolosal senilai 25,8 miliar poundsterling (sekitar Rp 671 triliun). Setelah selesai, bandara baru ini akan menjadi pusat penerbangan terbesar di dunia dengan luas area lima kali lipat dari DXB saat ini.

Bandara masa depan ini dirancang dengan kapasitas luar biasa untuk melayani hingga 260 juta penumpang per tahun. Fasilitasnya akan mencakup lima landasan pacu paralel dan hingga 400 gerbang pesawat (gate), menjadikannya proyek bandara terbesar di dunia.

Tahapan Pemindahan dan Masa Depan DXB

Proses pemindahan operasional diperkirakan akan dimulai secara bertahap sekitar tahun 2032, dengan target penutupan total DXB pada 2035. Dubai tengah mempersiapkan infrastruktur pendukung, termasuk koneksi kereta api cepat Etihad Rail, untuk memastikan aksesibilitas maksimal ke bandara baru tersebut.

Sementara itu, lahan DXB yang berada di jantung kota kemungkinan besar akan dikembangkan kembali untuk memperluas ruang urban Dubai, mengingat mempertahankan operasionalnya tanpa investasi besar dianggap tidak lagi layak secara ekonomi.

Warisan Bandara yang Lahir di Tengah Gurun

Dubai International Airport pertama kali dibuka pada tahun 1960, berawal dari sebuah landasan sederhana sepanjang 1.800 meter yang terbuat dari pasir padat di tengah gurun. Seiring waktu, bandara ini menjelma menjadi hub utama maskapai Emirates dan menghubungkan hampir 100 maskapai ke lebih dari 240 destinasi di enam benua.

Berdasarkan data perusahaan analisis penerbangan Inggris, OAG, pada tahun 2025 bandara ini mencatat kapasitas 62,4 juta kursi penerbangan internasional, meningkat sekitar 4 persen dibanding tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2025, DXB melayani lebih dari 95,1 juta penumpang internasional, mempertahankan posisinya sebagai yang tersibuk di dunia.

Dengan penutupan yang direncanakan dalam 10 tahun ke depan, dunia penerbangan akan menyaksikan peralihan era dari DXB yang legendaris menuju DWC yang futuristik, menandai babak baru dalam sejarah konektivitas global Dubai.

( berbagai sumber)