Uni Emirat Arab Buka 500 Lowongan Kerja untuk WNI, Lulusan Pariwisata Punya Peluang Besar di Resor Mewah Ini

Salah satu resort di Uni Emirat Arab. (Foto ilustrasi: Freepik)
Editor: Saeful Imam

GEBRAK.ID: JAKARTA – Kabar menggembirakan datang bagi lulusan sekolah dan perguruan tinggi pariwisata di Indonesia. Pemerintah membuka peluang penempatan sedikitnya 500 pekerja migran Indonesia (PMI) di sektor hospitality atau perhotelan di Ras Al Khaimah, Uni Emirat Arab (UAE) menyusul pembangunan sebuah resor raksasa yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2027.

Kesempatan ini dinilai menjadi angin segar bagi tenaga kerja muda Indonesia yang selama ini kerap terkendala persyaratan pengalaman kerja saat melamar pekerjaan di industri perhotelan internasional.

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, mengatakan peluang tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah memperluas pasar kerja bagi PMI di kawasan Timur Tengah, khususnya di sektor pariwisata dan perhotelan yang terus berkembang.

"Sektor hospitality merupakan salah satu sektor yang perlu mendapat perhatian khusus dalam upaya perluasan penempatan pekerja migran di UAE," ujar Christina dalam pertemuan daring bersama Konsul Jenderal Republik Indonesia di Dubai, Denny Lesmana, Rabu (3/6/2026).

Menurut Christina, proyek resor yang sedang dibangun di Ras Al Khaimah memiliki skala sangat besar. Fasilitas tersebut akan memiliki sekitar 1.530 kamar hotel, 15 restoran, serta berbagai fasilitas penunjang wisata lainnya.

Dengan kapasitas sebesar itu, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan mencapai 9.500 orang dari berbagai negara. Indonesia pun mendapat kesempatan untuk mengisi setidaknya 500 posisi pada tahap awal perekrutan.

Peluang bagi Fresh Graduate

Salah satu hal yang menarik dari program ini adalah terbukanya kesempatan bagi lulusan baru atau fresh graduate. Selama ini, banyak lulusan sekolah vokasi maupun perguruan tinggi pariwisata menghadapi hambatan karena perusahaan internasional umumnya mensyaratkan pengalaman kerja tertentu.

"Peluang ini menjadi kabar baik bagi lulusan sekolah dan perguruan tinggi pariwisata di Indonesia yang sering terkendala syarat pengalaman kerja," kata Christina.

Pemerintah berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan oleh generasi muda Indonesia yang memiliki keterampilan di bidang layanan hotel, restoran, front office, housekeeping, food and beverage, hingga pengelolaan destinasi wisata.

Rekrutmen akan Dilakukan Secara Resmi

Untuk mempercepat proses seleksi tenaga kerja, KJRI Dubai dijadwalkan mempertemukan pihak pengelola resor dengan sejumlah sekolah dan kampus pariwisata Indonesia pada 17 Juni 2026 melalui pertemuan daring.

Selain itu, pemerintah juga berencana menggelar job fair guna memperluas jangkauan rekrutmen dan mempermudah proses seleksi calon pekerja.

Christina menegaskan bahwa seluruh proses penempatan wajib dilakukan melalui jalur resmi sesuai ketentuan pemerintah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan perlindungan maksimal bagi para pekerja migran Indonesia.

"Kami ingin memastikan proses rekrutmen berjalan sesuai prosedur dan menggunakan perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia yang memiliki izin resmi," tegasnya.

Menurut Christina, penggunaan jalur resmi sangat penting agar para pekerja mendapatkan kepastian hukum, perlindungan hak, serta pendampingan apabila menghadapi persoalan selama bekerja di luar negeri.

Pengusaha UAE Tertarik pada SDM Indonesia

Sementara itu, Konsul Jenderal RI di Dubai, Denny Lesmana, mengungkapkan bahwa minat perusahaan di Uni Emirat Arab untuk merekrut pekerja Indonesia tidak muncul tanpa alasan.

Menurut Denny, pihak pengelola resor memiliki pengalaman positif dengan tenaga kerja Indonesia. Direktur operasional perusahaan tersebut bahkan pernah bekerja di Bali dan Jakarta sehingga memahami kualitas sumber daya manusia Indonesia.

"Mereka memahami kualitas, etos kerja, dan kemampuan tenaga kerja Indonesia. Karena itu mereka menyambut baik partisipasi Indonesia dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja proyek ini," kata Denny.

Denny berharap kerja sama ini dapat menjadi pintu masuk bagi semakin banyak pekerja Indonesia untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja profesional di sektor hospitality internasional.

Dengan reputasi pekerja Indonesia yang dikenal ramah, adaptif, dan memiliki kemampuan pelayanan yang baik, peluang penempatan di Uni Emirat Arab diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

(Sumber: P2MI)