Universitas Trunojoyo Madura Buka Fakultas Kedokteran, Kuota Hanya 50 Orang via Jalur Mandiri

Universitas Trunojoyo Madura (UTM) resmi mengantongi izin untuk membuka Program Studi Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter. (Foto:fk.trunojoyo.ac.id) 
Editor: Devona R

GEBRAK.ID; MADURA – Kabar gembira bagi calon mahasiswa di wilayah Gerbang Kertosusila dan khususnya Pulau Madura. Universitas Trunojoyo Madura (UTM) resmi mengantongi izin untuk membuka Program Studi Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter.

Keputusan ini menandai berdirinya fakultas kedokteran negeri pertama di Pulau Madura. Berdasarkan hasil verifikasi, izin tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) Nomor 610/B/O/2026 yang diterbitkan pada Selasa (2/6/2026) .

Hanya 50 Kursi di Tahun Pertama

Untuk angkatan perdana di tahun akademik 2026/2027, UTM membuka kuota yang sangat terbatas. Kampus yang berlokasi di Bangkalan ini hanya akan menerima maksimal 50 mahasiswa baru.

Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, menjelaskan bahwa jumlah tersebut akan dibagi menjadi dua kelas, masing-masing berisi 25 mahasiswa. Pembatasan kuota ini dilakukan untuk menjaga kualitas pembelajaran dan memastikan pemenuhan standar akreditasi .

Pendaftaran Hanya melalui Jalur Mandiri

Bagi Anda yang tertarik, perhatikan jalur pendaftarannya. Karena jadwal Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 telah usai, UTM membuka kesempatan eksklusif melalui Jalur Mandiri.

"Jadi kami masih memiliki kesempatan membuka pendaftaran mahasiswa baru Program Studi Kedokteran melalui jalur mandiri karena jalur nasional sudah lewat. SDM, sarana prasarana, dan kurikulum sudah siap," ujar Prof. Safi' dikutip dari laman resmi UTM, Rabu (3/6/2026) .

Calon mahasiswa diharapkan segera mempersiapkan persyaratan mengingat informasi teknis mengenai mekanisme pendaftaran mulai diumumkan hari ini.

Mengatasi Krisis Dokter di Madura

Pembukaan Fakultas Kedokteran ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data yang dihimpun, Pulau Madura masih tertinggal jauh dalam hal rasio tenaga medis dibandingkan rata-rata nasional.

Saat ini, rasio dokter di Madura tercatat 1 dokter melayani 7.000 penduduk. Angka ini sangat timpang jika dibandingkan dengan standar nasional yang berada di angka 1 banding 3.000. Kehadiran FK UTM diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi kelangkaan tenaga medis spesialis di wilayah kepulauan .

Tiga Pilar Kelulusan

Proses perizinan yang panjang dilalui UTM tidaklah mudah. Pihak kampus dinyatakan lolos setelah memenuhi tiga aspek utama penilaian dari pemerintah:

1. Kecukupan Sumber Daya Manusia (SDM): Tersedianya dosen dan tenaga kependidikan yang mumpuni.

2. Kelayakan Sarana dan Prasarana: Termasuk laboratorium dan rumah sakit pendidikan jejaring.

3. Kesiapan Kurikulum: Materi ajar yang sesuai dengan standar profesi kedokteran.

"Alhamdulillah ketiganya dinyatakan lulus, baik asesmen dokumen maupun asesmen lapangan," ujar Safi.

Calon mahasiswa dan orang tua disarankan untuk terus memantau situs resmi universitas di www.trunojoyo.ac.id agar tidak ketinggalan informasi jadwal, persyaratan, dan biaya pendidikan.

Ini adalah momen emas untuk meraih impian menjadi dokter di kampus kebanggaan masyarakat Madura.

(berbagai sumber