Balapan F1 Siapkan Skenario Darurat: Musim 2026 Bisa Ditutup di Eropa Jika Qatar dan Abu Dhabi Batal

Formula One (F1) telah menyiapkan rencana cadangan apabila dua balapan penutup musim 2026 di Timur Tengah tidak dapat digelar. Jika Grand Prix Qatar dan Abu Dhabi dibatalkan akibat situasi keamanan di kawasan tersebut, seri terakhir musim ini dipastikan akan dipindahkan ke Eropa. (Foto: F1)

Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, JAKARTA -- Formula One (F1) telah menyiapkan rencana cadangan apabila dua balapan penutup musim 2026 di Timur Tengah tidak dapat digelar. Jika Grand Prix Qatar dan Abu Dhabi dibatalkan akibat situasi keamanan di kawasan tersebut, seri terakhir musim ini dipastikan akan dipindahkan ke Eropa.

Kepastian itu disampaikan CEO Formula One, Stefano Domenicali, yang menegaskan bahwa hingga saat ini kedua balapan masih sesuai jadwal. Namun, F1 terus memantau perkembangan situasi geopolitik sebelum mengambil keputusan akhir.

"Untuk saat ini, balapan di Qatar dan Abu Dhabi tetap terkonfirmasi. Omong-omong, tiket untuk kedua balapan itu juga sudah terjual habis. Bila itu tidak memungkinkan, akhir musim akan berlangsung di Eropa karena kami tidak bisa pergi ke tempat lain," ujar Domenicali seperti dikutip dari Sky Sports, Rabu (29/7/2026).

Menurut Domenicali, Formula One tidak ingin terburu-buru mengubah kalender balap. Keputusan final akan diambil setelah melihat perkembangan situasi di Timur Tengah, dengan batas waktu penentuan diperkirakan pada pertengahan September.

"Kami akan mengambil waktu semaksimal mungkin untuk melihat bagaimana situasi berkembang dan akan membuat keputusan pada waktu yang tepat," kata Domenicali.

Berdasarkan jadwal sementara, Grand Prix Qatar dijadwalkan berlangsung pada 29 November 2026. Sementara Grand Prix Abu Dhabi tetap menjadi seri pamungkas musim ini yang akan digelar pada 6 Desember 2026.

Sebagai langkah antisipasi, Formula One telah memasukkan Sirkuit Imola di Italia sebagai kandidat terkuat pengganti apabila dua seri di Timur Tengah tidak memungkinkan untuk diselenggarakan. Imola yang tidak masuk kalender musim 2026 dinilai siap menjadi lokasi penutup kejuaraan bila skenario darurat diterapkan.

Rencana tersebut bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Grand Prix Arab Saudi dan Bahrain yang semula dijadwalkan berlangsung pada April terpaksa dibatalkan akibat dampak konflik bersenjata di kawasan Iran. Sebagai solusi, seri Bahrain dipindahkan ke Sirkuit Sepang, Malaysia, pada 4 Oktober dengan sebagian besar biaya penyelenggaraan ditanggung Kerajaan Bahrain.

Tak hanya fokus pada musim ini, Formula One juga mulai menyusun berbagai skenario untuk kalender balap 2027 apabila kondisi di Timur Tengah belum kembali stabil. Meski demikian, penyelenggara tetap menargetkan jumlah balapan tetap mencapai 24 seri seperti beberapa musim terakhir.

"Tentu saja bila situasi di Timur Tengah belum terselesaikan, kami memiliki beberapa opsi dan rencana yang berbeda. Namun pemicu untuk mengambil keputusan itu baru pada akhir tahun, sehingga kami masih memiliki banyak waktu," ujar Domenicali.

Di sisi lain, Formula One juga memastikan Portugal dan Turki akan kembali masuk dalam kalender balap musim 2027. Selain itu, F1 terus membuka peluang memperluas penyelenggaraan balapan ke Afrika, sekaligus menjajaki minat dari sejumlah negara di Asia dan Amerika Selatan.

Meski ada rencana ekspansi, Formula One menegaskan tetap mempertahankan satu seri Grand Prix di China sebagai bagian dari kalender kejuaraan dunia.

(Sumber: SkySports)