GEBRAK.ID, JAKARTA – Dewan Pendidikan Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (DPN PDM) mendorong lahirnya Gerakan Nasional Literasi dan Numerasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Penguatan literasi dan numerasi dinilai menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi yang adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua Dewan Pendidikan Nasional, Suyanto, menyatakan bahwa gerakan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, pemerintah daerah, dunia usaha, media massa, hingga organisasi kemasyarakatan.
Menurut Suyanto, literasi dan numerasi harus menjadi budaya yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar bagian dari proses belajar di ruang kelas.
"Gerakan literasi dan numerasi harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan semua pihak agar mampu membangun generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing," ujar Suyanto dalam siaran persnya, Senin (13/7/2026).
Dewan Pendidikan Nasional menilai kemampuan literasi dan numerasi merupakan bekal utama bagi peserta didik untuk menghadapi perubahan dunia yang semakin cepat akibat perkembangan teknologi, ekonomi, dan transformasi digital.
Karena itu, penguatan kedua kompetensi tersebut perlu dilakukan secara konsisten, berkelanjutan, dan menjadi bagian dari strategi pembangunan nasional.
Tak hanya berfokus pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, DPN PDM juga mendorong pengembangan literasi multidomain yang lebih relevan dengan tantangan abad ke-21.
Literasi yang dimaksud mencakup literasi baca-tulis, numerasi, sains, digital, finansial, kesehatan, budaya, kewargaan, ekologi, informasi dan media, data, hukum, karier, kewirausahaan, keberagaman, hingga kecerdasan artifisial (AI). Seluruhnya diharapkan dikembangkan secara terintegrasi dalam sistem pendidikan nasional.
Selain itu, Dewan Pendidikan Nasional juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membangun budaya literasi sejak dini.
Peningkatan kapasitas orang tua dinilai perlu menjadi bagian dari strategi nasional agar mereka mampu mendampingi proses belajar dan tumbuh kembang anak, terutama di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital.
Suyanto meyakini penguatan literasi dan numerasi yang dilakukan secara terpadu akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
"Melalui penguatan literasi dan numerasi yang dilaksanakan secara konsisten, terpadu, dan berkelanjutan, kualitas sumber daya manusia Indonesia akan semakin meningkat," kata Suyanto.
Suyanto menambahkan, kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkuat Human Capital Index Indonesia, meningkatkan produktivitas serta inovasi nasional, sekaligus mempercepat lahirnya generasi Indonesia yang cerdas, adaptif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Sebagai informasi, Dewan Pendidikan Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah dibentuk oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan nasional. Anggota DPN PDM resmi dilantik pada Maret 2026 untuk masa bakti 2026–2031 dan memiliki tugas memberikan pertimbangan, arahan, dukungan, serta rekomendasi terkait kebijakan pendidikan dasar dan menengah.
(Sumber: Dewan Pendidikan Nasional)
