![]() |
| AHY meresmikan pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi. Proyek TOD Summarecon ditargetkan selesai 18 bulan untuk tingkatkan akses KRL. ( Foto: setkab.go.id) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID,BEKASI – Pemerintah bersama PT Summarecon Agung Tbk resmi memulai pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi di kawasan Bekasi Selatan, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026). Proyek yang mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD) ini ditargetkan selesai dalam waktu 18 bulan dan diharapkan mampu meningkatkan konektivitas transportasi publik bagi masyarakat.
Peletakan batu pertama (groundbreaking) dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama jajaran PT Summarecon Agung Tbk serta pemangku kepentingan lainnya.
AHY mengatakan pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat integrasi transportasi massal dengan kawasan hunian, pusat bisnis, dan fasilitas publik melalui konsep TOD.
"Hari ini kita memulai pengembangan kawasan berbasis transit atau Transit Oriented Development (TOD) di Kota Bekasi, di mana Summarecon akan membangun stasiun kereta ekstensi yang diharapkan semakin memudahkan mobilitas masyarakat," ujar AHY.
Tingkatkan Akses Warga ke Layanan KRL
Stasiun Bekasi Ekstensi dirancang menjadi akses baru menuju Stasiun Bekasi yang selama ini menjadi salah satu simpul penting layanan KRL Commuter Line di wilayah timur Jabodetabek.
Keberadaan stasiun ekstensi tersebut akan menghubungkan kawasan Summarecon Bekasi secara langsung dengan jaringan kereta komuter. Dengan demikian, penghuni kawasan maupun masyarakat sekitar diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.
Selain mempercepat perjalanan menuju Jakarta dan kota-kota penyangga lainnya, proyek ini juga diproyeksikan mengurangi kemacetan di sejumlah ruas jalan utama Kota Bekasi.
Proyek Dikerjakan Selama 18 Bulan
Pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi dijadwalkan berlangsung selama 18 bulan. Selama masa konstruksi, pengembang akan berkoordinasi dengan pemerintah, operator perkeretaapian, serta instansi terkait agar aktivitas perjalanan kereta tetap berjalan normal.
Konsep TOD yang diterapkan juga mencakup penyediaan akses pejalan kaki yang nyaman, koneksi antarmoda, area komersial, serta ruang publik yang mendukung mobilitas masyarakat.
Dukung Pengembangan Transportasi Berkelanjutan
Pemerintah terus mendorong pembangunan kawasan berbasis transportasi massal sebagai bagian dari strategi pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Konsep TOD dinilai mampu menciptakan lingkungan yang lebih ramah pejalan kaki, mengurangi emisi kendaraan bermotor, sekaligus meningkatkan efisiensi perjalanan masyarakat.
Bekasi menjadi salah satu wilayah prioritas karena memiliki jumlah komuter yang sangat besar menuju Jakarta setiap harinya. Kehadiran akses baru menuju Stasiun Bekasi diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelayanan sekaligus memberikan pilihan mobilitas yang lebih nyaman.
Diharapkan Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Selain meningkatkan layanan transportasi, proyek Stasiun Bekasi Ekstensi diperkirakan akan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan. Integrasi antara transportasi publik dan kawasan komersial diyakini mampu meningkatkan aktivitas bisnis, nilai investasi properti, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.
Pemerintah berharap kolaborasi dengan sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur seperti ini dapat mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat sistem transportasi perkotaan yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.
( berbagai sumber)
