Kembali Tertekan, Rupiah pada Perdagangan Selasa Pagi Ini Jadi Rp18.115 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah kembali bergerak di zona merah pada perdagangan Selasa (14/7/2026) pagi. Mata uang Indonesia ini melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seiring masih berlangsungnya tekanan di pasar valuta asing. (Foto: Pixabay)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID – Nilai tukar rupiah kembali bergerak di zona merah pada perdagangan Selasa (14/7/2026) pagi. Mata uang Indonesia ini melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seiring masih berlangsungnya tekanan di pasar valuta asing.

Berdasarkan data perdagangan pada Selasa pagi, rupiah dibuka melemah 6 poin atau sekitar 0,03 persen ke posisi Rp18.115 per dolar AS. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp18.109 per dolar AS.

Pelemahan ini menunjukkan rupiah masih menghadapi tekanan meski pergerakannya relatif terbatas. Fluktuasi nilai tukar dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari sentimen global, kebijakan suku bunga bank sentral, hingga pergerakan dolar AS di pasar internasional.

Nilai tukar rupiah yang melemah juga menjadi perhatian pelaku usaha dan investor karena dapat memengaruhi biaya impor, harga bahan baku, hingga inflasi domestik apabila tren pelemahan berlangsung dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Di sisi lain, pelemahan rupiah dapat memberikan keuntungan bagi sektor yang berorientasi ekspor karena produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar internasional. Namun, bagi industri yang bergantung pada bahan baku impor, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya produksi.

Pelaku pasar kini menantikan sejumlah data ekonomi global dan kebijakan moneter yang diperkirakan akan memengaruhi arah pergerakan mata uang dalam beberapa hari ke depan.

Sementara itu, Bank Indonesia terus memantau perkembangan nilai tukar rupiah dan kondisi pasar keuangan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global yang masih berlangsung.

(Sumber: BI)