![]() |
| Kementan memperkuat tata kelola dan integritas untuk memastikan program peternakan serta layanan kesehatan hewan berjalan optimal. ( Foto: humas PKH Kementan) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID,JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel guna memastikan seluruh program di sektor peternakan dan kesehatan hewan berjalan efektif serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Penguatan tata kelola tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat pengawasan internal, sekaligus memastikan pengelolaan anggaran dilakukan secara bertanggung jawab demi mendukung ketahanan pangan nasional.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan seluruh jajaran Kementan harus menjunjung tinggi profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas. Menurutnya, tidak boleh ada toleransi terhadap praktik korupsi, penyimpangan, maupun penyalahgunaan anggaran karena seluruh dana yang dikelola merupakan amanah masyarakat.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, mengatakan penguatan tata kelola menjadi fondasi penting agar setiap program pembangunan peternakan dapat terlaksana tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi peternak.
Saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Pertanian Sudaryono di Denpasar, Bali, Jumat (10/7/2026), Agung menjelaskan pihaknya terus meningkatkan sistem pengawasan, akuntabilitas, serta kualitas pelayanan di seluruh unit kerja.
Menurutnya, berbagai langkah pembenahan terus dilakukan, mulai dari penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), penerapan manajemen risiko, digitalisasi layanan, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan organisasi yang semakin profesional, adaptif, dan transparan.
Di sisi lain, Kementan tetap mempercepat pelaksanaan berbagai program strategis di bidang peternakan. Program tersebut meliputi peningkatan produktivitas ternak, penyediaan bibit unggul, penguatan layanan kesehatan hewan, pengembangan hijauan pakan, hingga mendorong investasi dan hilirisasi sektor peternakan.
Agung menilai kepercayaan masyarakat merupakan modal utama dalam menjalankan pembangunan. Karena itu, perbaikan tata kelola dan peningkatan kualitas pelayanan akan terus dilakukan secara berkelanjutan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh peternak maupun masyarakat luas.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nuryani Zainuddin, memastikan seluruh fungsi administrasi, pengelolaan program, dukungan teknis, serta koordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di berbagai daerah tetap berjalan normal.
Ia menegaskan pelayanan kepada masyarakat, termasuk berbagai program pembangunan peternakan dan kesehatan hewan, tetap dilaksanakan sesuai tugas dan fungsi masing-masing sehingga tidak mengalami hambatan.
Melalui penguatan integritas dan tata kelola organisasi, Kementerian Pertanian berharap pembangunan sektor peternakan dapat berlangsung lebih efektif, meningkatkan produksi ternak, memperkuat kesehatan hewan, serta mendorong kesejahteraan peternak sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional.
( sumber: PKH kementan)
