![]() |
| Pemkab Bogor siapkan proyek kereta gantung Summarecon-Gunung Mas untuk mengurai macet Puncak. Masih tahap studi kelayakan dan cari investor. ( Foto: freepik) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID,BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali menggulirkan rencana pembangunan kereta gantung yang akan menghubungkan kawasan Summarecon dengan Rest Area Gunung Mas di Jalur Wisata Puncak. Proyek transportasi tersebut diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi kemacetan yang selama ini menjadi persoalan utama di kawasan wisata Puncak.
Saat ini, proyek masih berada pada tahap studi kelayakan (feasibility study/FS). Di saat yang sama, Pemkab Bogor juga mulai menjalin komunikasi dengan sejumlah calon investor karena nilai investasi yang dibutuhkan diperkirakan mencapai triliunan rupiah.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan pemerintah daerah tengah mengkaji beberapa alternatif moda transportasi menuju Puncak, mulai dari kereta gantung hingga kereta rel listrik (KRL). Namun, menurutnya, seluruh opsi tersebut memerlukan investasi yang sangat besar sehingga harus dikaji secara matang.
"Ada konsep kereta gantung, lalu ada konsep KRL, dan lain sebagainya. Tetapi kita harus bicara objektif bahwa itu butuh pembiayaan yang cukup besar," ujar Rudy.
Rute Kereta Gantung: Summarecon hingga Gunung Mas
Konsep awal yang disiapkan Pemkab Bogor menempatkan Summarecon di Kecamatan Sukaraja sebagai titik keberangkatan atau shelter bawah. Kawasan tersebut akan difungsikan sebagai park and ride, sehingga wisatawan dapat memarkir kendaraan pribadi sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan kereta gantung.
Sementara itu, shelter atas direncanakan berada di Rest Area Gunung Mas, salah satu gerbang menuju kawasan wisata Puncak.
Dengan konsep tersebut, arus kendaraan pribadi menuju kawasan atas Puncak diharapkan dapat berkurang sehingga kepadatan lalu lintas, terutama saat akhir pekan dan musim liburan, bisa ditekan.
Tidak Gunakan APBD, Andalkan Investasi Swasta
Pemkab Bogor memastikan proyek kereta gantung tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurut Rudy, besarnya kebutuhan dana pembangunan membuat proyek lebih realistis dikerjakan melalui skema kerja sama dengan investor swasta.
"Kami tidak akan membebankan biaya pembangunan itu kepada APBD. Karena kalau dengan APBD, biayanya butuh triliunan rupiah. Kami ingin swasta," katanya.
Karena itu, fokus pemerintah daerah saat ini adalah menyelesaikan kajian teknis sekaligus membuka peluang investasi dari pihak swasta yang berminat membiayai proyek tersebut.
Diharapkan Jadi Solusi Kemacetan Jalur Puncak
Kemacetan di Jalur Puncak selama bertahun-tahun menjadi tantangan besar, terutama ketika volume kendaraan meningkat pada akhir pekan, musim liburan, maupun hari besar nasional. Kondisi tersebut kerap membuat rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) diberlakukan untuk mengurai antrean kendaraan.
Melalui konsep park and ride yang dipadukan dengan kereta gantung, Pemkab Bogor berharap wisatawan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kendaraan pribadi untuk mencapai kawasan wisata Puncak.
Selain meningkatkan konektivitas, moda transportasi ini juga diharapkan mampu mendukung pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Bogor yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Masih Tahap Kajian
Meski konsep dasar telah disiapkan, proyek kereta gantung belum memasuki tahap pembangunan fisik. Hingga kini belum ada informasi resmi mengenai besaran investasi final, jadwal konstruksi, target operasional, maupun investor yang akan menggarap proyek tersebut.
Pemkab Bogor menegaskan seluruh rencana masih bergantung pada hasil studi kelayakan serta kesepakatan dengan calon investor sebelum proyek dapat direalisasikan.
( berbagai sumber)
