Menteri Pendidikan India Mundur Usai Skandal Bocornya Soal Ujian, Protes Nasional Meluas

Para pengunjuk rasa dari berbagai kelompok mahasiswa, dengan membawa spanduk dan bendera, menghadiri aksi protes di Kolkata untuk mendukung unjuk rasa terkait NEET yang diselenggarakan  'Cockroach Janata Party' di Jantar Mantar, Delhi, serta tuntutan pengunduran diri Menteri Pendidikan India, Dharmendra Pradhan, pada 24 Juli 2026 di Kolkata, Benggala Barat, India.  (Foto: Sumit Sanyal - Anadolu Agency)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID -- Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan resmi mengundurkan diri dari jabatannya setelah diterpa skandal kebocoran soal ujian masuk perguruan tinggi kedokteran yang memicu gelombang protes di berbagai wilayah India.

Pengunduran diri tersebut terjadi di tengah tekanan besar dari kalangan mahasiswa, partai oposisi, hingga kelompok masyarakat yang menuntut pertanggungjawaban pemerintah atas polemik National Eligibility Entrance Test (NEET) 2026.

Menurut laporan Hindustan Times, Sabtu (25/7/2026), aksi demonstrasi terus berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Salah satu penggeraknya adalah kelompok politik satir Cockroach Janta Party yang dipimpin Abhijeet Dipke.

Dipke sebelumnya menegaskan aksi unjuk rasa tidak akan berhenti sampai Dharmendra Pradhan melepaskan jabatannya sebagai Menteri Pendidikan India. Gelombang demonstrasi di sejumlah kota juga sempat diwarnai bentrokan antara peserta aksi dan aparat keamanan.

Mengutip The Times of India, sekitar 130 personel kepolisian dan 65 demonstran dilaporkan mengalami luka-luka dalam kericuhan tersebut.

Kepolisian disebut menembakkan gas air mata setelah sebagian massa diduga merusak pos polisi di kawasan Tolstoy Marg, New Delhi.

Menanggapi krisis tersebut, Perdana Menteri India Narendra Modi mengumumkan pembentukan pengadilan khusus atau fast-track courts untuk mempercepat penyelidikan kasus kebocoran soal ujian yang mengguncang sistem pendidikan nasional.

Pemerintah juga berjanji mengusut tuntas dugaan kecurangan yang dinilai telah merugikan jutaan peserta ujian.

Skandal NEET 2026 menjadi perhatian luas karena disebut berdampak terhadap masa depan lebih dari 10 juta pelajar di India.

Bahkan, menurut laporan The Indian Express, hasil ujian masuk kedokteran yang digelar pada Mei 2026 dibatalkan setelah ditemukan indikasi kebocoran soal. Polemik tersebut memicu keresahan publik, dan dua siswa dilaporkan meninggal dunia akibat bunuh diri.

Di sisi lain, Cockroach Janta Party yang baru berdiri pada Mei 2026 justru memperoleh perhatian besar dari masyarakat.

Gerakan politik satir itu disebut berhasil mengumpulkan lebih dari 20 juta pengikut di Instagram, melampaui akun resmi Partai Bharatiya Janata Party (BJP) yang berkuasa.

Pendiri gerakan tersebut, Abhijeet Dipke, diketahui baru kembali dari Amerika Serikat pada Juni 2026 setelah menempuh pendidikan pascasarjana di Universitas Boston. Ia kemudian memimpin langsung aksi demonstrasi di New Delhi dengan tuntutan reformasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan India.

Kasus kebocoran soal NEET kini menjadi salah satu krisis terbesar yang dihadapi sektor pendidikan India dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah di bawah PM Narendra Modi berjanji mempercepat proses hukum sekaligus memperbaiki tata kelola penyelenggaraan ujian nasional agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

(Sumber: Sputnik/RIA Novosti)