Minta Uang Negara Dikembalikan, Prabowo ke Koruptor: "Rakyat tidak Bodoh!"

Presiden RI Prabowo Subianto saat menghadiri peringatan Harkopnas di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7/2026). (Foto: Tangkapan Layar Youtube Kemenkop)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto kembali melontarkan peringatan keras kepada para pelaku korupsi. Dalam pidatonya pada puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 2026, Prabowo menegaskan bahwa rakyat tidak bisa lagi dibohongi dan meminta para koruptor segera menghentikan praktik yang merugikan negara.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan Harkopnas di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Di hadapan ribuan peserta, Prabowo juga menyinggung langkah pemerintah melakukan konsolidasi terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi nasional sekaligus menekan praktik korupsi.

"Seribu BUMN lebih kita jadikan satu konsolidasi, nilainya adalah 1 triliun dolar AS. Kita sekarang punya dana kedaulatan mungkin kelima atau keenam terbesar di dunia," ujar Prabowo.

Menurut Presiden, Indonesia memiliki potensi ekonomi yang sangat besar sehingga masyarakat tidak perlu merasa pesimistis terhadap masa depan bangsa. "Jadi jangan kita selalu pesimis, rendah diri. Rendah hati harus, jangan rendah diri," katanya.

Sebut BUMN Selama Ini Jadi Sumber Korupsi

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan pemerintah akan melakukan pembenahan menyeluruh terhadap BUMN yang selama ini dinilai masih menjadi celah terjadinya praktik korupsi.

"BUMN-BUMN itu akan kita tertibkan. Selama ini BUMN-BUMN itu sumber korupsi," tegasnya.

Pernyataan tersebut langsung disambut tepuk tangan para peserta yang hadir di arena acara.

"Hei Koruptor, Rakyat Tidak Bodoh!"

Pada kesempatan itu, Prabowo kembali menyampaikan pesan langsung kepada para koruptor agar menghentikan penyalahgunaan uang negara.

Dengan nada tegas, ia meminta para pelaku korupsi mengembalikan kekayaan negara yang telah diambil.

"Saya memperingatkan lagi, sekali lagi, untuk sekian kali lagi saya bicara dari dulu. Hei para koruptor sadar diri. Hentikan praktik-praktik kau, hentikan. Rakyat tidak bodoh. Hentikan. Kembalikan kekayaan rakyat, kembalikan dengan baik," kata Prabowo.

Rakyat Butuh Keadilan, Bukan Korupsi

Prabowo menambahkan bahwa bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang pemaaf. Namun, menurutnya, sikap tersebut tidak boleh dimanfaatkan untuk terus melakukan tindak pidana korupsi.

Kepala Negara menegaskan masyarakat lebih membutuhkan keadilan dan penggunaan anggaran negara untuk meningkatkan kesejahteraan. "Rakyat butuh sekolah yang baik, guru butuh gaji yang baik, dokter-dokter, perawat-perawat butuh gaji yang baik," ujarnya.

Presiden menilai setiap rupiah uang negara seharusnya dipergunakan untuk memperbaiki pelayanan publik, meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat, bukan justru diselewengkan demi kepentingan pribadi.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam memperkuat pemberantasan korupsi dan membenahi tata kelola BUMN agar lebih transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.

(Sumber: Youtube Kemenkop)