GEBRAK.ID, MIMIKA – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, berlangsung sukses, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Proses seleksi yang dipantau Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua itu juga menghadirkan kisah menarik, di mana nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi penentu keberhasilan sejumlah calon murid masuk ke sekolah impian mereka.
Keberhasilan pelaksanaan SPMB di Mimika dinilai tidak lepas dari proses verifikasi yang ketat, koordinasi antarlembaga, serta keterbukaan informasi kepada masyarakat sejak awal tahapan penerimaan.
Ketua Panitia SPMB SMP Negeri 2 Mimika, Pesta P. Pandiangan, mengatakan setiap berkas pendaftaran langsung diperiksa begitu diterima panitia. Apabila ditemukan dokumen yang belum sesuai dengan petunjuk teknis, berkas dikembalikan kepada calon murid agar segera diperbaiki.
"Untuk jalur domisili, proses verifikasi relatif berjalan lancar dan masyarakat dapat menerima ketentuan yang berlaku. Sementara untuk jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi, prosesnya dilakukan secara lebih cermat dengan melibatkan dinas pendidikan agar seluruh keputusan benar-benar sesuai aturan," ujar Pesta dalam siaran pers Kemendikdasmen, Sabtu (11/7/2026).
Menurut Pesta, salah satu pengalaman yang paling berkesan terjadi saat seorang calon murid mendaftar melalui jalur prestasi dengan membawa sejumlah sertifikat lomba. Setelah diverifikasi, panitia menemukan bahwa sertifikat tersebut hanya menunjukkan status sebagai peserta, bukan sebagai juara, sehingga tidak memenuhi persyaratan jalur prestasi.
Namun, setelah panitia memeriksa nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA), calon murid tersebut ternyata memperoleh nilai rata-rata di atas 80. Berdasarkan ketentuan SPMB, nilai akademik tersebut dapat digunakan sebagai dasar seleksi pada jalur prestasi.
"Orang tua murid bahkan tidak menyangka bahwa nilai TKA anaknya justru menjadi faktor utama yang mengantarkannya diterima di sekolah yang diimpikan," ungkap Pesta.
Cerita serupa disampaikan Julius P. Saragih, salah seorang orang tua peserta didik. Ia mengaku nilai TKA menjadi penyelamat bagi anaknya untuk diterima di sekolah tujuan.
"Nilai TKA sangat membantu anak kami. Jalur prestasi bukan hanya ditentukan oleh prestasi lomba, tetapi juga kemampuan akademik. Jika kami menggunakan jalur domisili, kemungkinan besar anak kami tidak akan diterima karena berada di luar wilayah yang ditetapkan," kata Julius.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Mimika, Nona Yeniy Gogani, mengatakan pelaksanaan SPMB di tingkat SMA berlangsung tanpa kendala berarti. Menurutnya, seluruh persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik antara sekolah, masyarakat, dan pemerintah daerah.
Ia menilai keterbukaan informasi menjadi faktor penting yang membuat masyarakat memahami setiap keputusan dalam proses seleksi.
"Mulai dari dinas pendidikan sebagai pengawas hingga sekolah sebagai pelaksana selalu membangun koordinasi yang baik. Semua pihak menjalankan tugas sesuai petunjuk teknis dan memberikan penjelasan secara humanis kepada masyarakat, sehingga ketika ada calon murid yang belum dapat diterima, orang tua dapat memahami alasan yang disampaikan sekolah," jelas Nona.
Keberhasilan pelaksanaan SPMB di Mimika juga didukung berbagai langkah persiapan yang dilakukan pemerintah daerah. Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Nius Wenda, menjelaskan pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah dan sosialisasi secara masif sejak satu bulan sebelum proses penerimaan dimulai.
Sosialisasi dilakukan melalui sekolah, media lokal, media sosial, hingga berbagai saluran komunikasi lainnya agar masyarakat memahami mekanisme SPMB sejak dini. Langkah tersebut dinilai efektif dalam mengurangi kesalahpahaman selama proses penerimaan murid baru.
Nius juga mengingatkan seluruh sekolah agar menjaga integritas selama pelaksanaan SPMB.
"Saya selalu menegaskan kepada seluruh sekolah agar berpegang teguh pada petunjuk teknis. Jangan mencoba bermain di balik proses penerimaan. Integritas, keadilan, objektivitas, dan pelayanan tanpa diskriminasi harus menjadi prinsip utama dalam setiap tahapan SPMB," tegas Nius.
Pelaksanaan SPMB di Kabupaten Mimika menjadi salah satu contoh praktik baik dalam penerimaan murid baru. Proses yang transparan, akuntabel, serta pemanfaatan nilai Tes Kemampuan Akademik secara objektif dinilai mampu memberikan kesempatan yang lebih adil bagi peserta didik untuk meraih pendidikan di sekolah yang mereka cita-citakan.
(Sumber: Kemendikdasmen)
