Pemerintah Siapkan Tiga Museum Baru, Aset BUMN Disulap Jadi Ruang Budaya Berkelas Dunia

Kementerian Kebudayaan mempercepat langkah menghadirkan tiga museum tematik baru di Indonesia dengan memanfaatkan aset milik BUMN. (Foto: Humas Kemenbud)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID, JAKARTA – Kementerian Kebudayaan mempercepat langkah menghadirkan tiga museum tematik baru di Indonesia dengan memanfaatkan aset milik BUMN. Bersama Danantara, pemerintah akan merevitalisasi bangunan bersejarah di Jakarta, Bandung, dan Semarang menjadi Museum Film, Museum Musik, serta Museum Fotografi. 

Rencana tersebut dibahas dalam diskusi kelompok terpumpun yang dipimpin Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama PT Jasa Raharja (Persero) dan PT Asuransi Jiwasraya di Kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Senin (13/7/2026). 

Revitalisasi akan memanfaatkan aset eks Jasa Raharja di kawasan Kota Tua Jakarta sebagai Museum Film, gedung eks Jiwasraya di Jalan Asia Afrika, Bandung, menjadi Museum Musik, serta bangunan di Kota Lama Semarang sebagai Museum Fotografi. Langkah ini dilakukan tanpa membangun gedung baru sehingga nilai sejarah bangunan tetap terjaga.  

Fadli Zon mengatakan kehadiran tiga museum tersebut akan melengkapi ekosistem permuseuman nasional yang hingga kini belum memiliki museum khusus untuk film, musik, maupun fotografi.

"Dari 516 museum yang tercatat di Indonesia, hingga saat ini belum ada Museum Film, Museum Musik, maupun Museum Fotografi. Karena itu, kita ingin menghadirkan museum-museum tematik yang tidak hanya menyimpan koleksi, tetapi juga menjadi ruang budaya dan ruang edukasi yang hidup," ujar Fadli Zon. 

Menurut Fadli Zon, Museum Film di Kota Tua Jakarta akan menampilkan perjalanan perfilman Indonesia, mulai dari peralatan produksi, arsip, hingga perkembangan teknologi perfilman. Konsepnya mengacu pada sejumlah museum film ternama di dunia, seperti Eye Filmmuseum di Amsterdam dan museum film di Mumbai. 

Sementara itu, Museum Musik di Bandung akan mengangkat sejarah perkembangan musik Indonesia sekaligus menampilkan jejak Bandung sebagai salah satu kota yang melahirkan banyak musisi lintas genre. Selain koleksi permanen, museum juga akan dilengkapi ruang interaktif, area mencoba alat musik, pameran temporer, hingga ruang pertunjukan. 

Adapun Museum Fotografi di Kota Lama Semarang akan menyajikan sejarah fotografi Indonesia sejak berdirinya studio fotografi pertama di Batavia hingga perkembangan fotografi modern. Museum ini juga akan menghadirkan pameran yang berkaitan dengan sejarah Semarang dan Jawa Tengah. 

Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha turut memaparkan konsep pengembangan tiga museum tersebut sebagai ruang budaya yang edukatif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. 

Dukungan juga datang dari Danantara. Senior Director Strategy and Transformation Danantara, Rezki M. Djohan, menyebut revitalisasi aset negara menjadi museum memiliki potensi meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memberikan nilai tambah bagi aset milik negara melalui kolaborasi lintas BUMN. 

Musisi Dwiki Darmawan yang hadir dalam diskusi menilai pembangunan tiga museum tematik menjadi bentuk komitmen negara dalam menjaga memori kolektif bangsa sekaligus melestarikan warisan budaya Indonesia. 

Menutup pertemuan tersebut, Fadli Zon menekankan proyek revitalisasi tidak akan membangun gedung baru, melainkan memaksimalkan bangunan bersejarah yang telah ada.

"Tidak ada pembuatan bangunan baru, tetapi kita memanfaatkan aset bangunan yang sudah ada. Kita bukan hanya ingin merawat masa lalu, tetapi juga melangkah menuju masa depan. Museum harus menjadi jembatan dan inspirasi baru bagi generasi mendatang," tegas Fadli Zon.

(Sumber: Kementerian Kebudayaan)