Pernah Jadi yang Tercepat, Veda Ega Pratama Kini Bidik Hasil Besar di Moto3 GP Jerman

Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama di Moto3. (Foto: honda.racing/moto-3)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID – Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama datang ke Moto3 Grand Prix Jerman 2026 dengan kepercayaan diri tinggi. Meski akan memulai balapan dari posisi ke-13, rider Honda Team Asia itu membawa modal berharga setelah sempat menjadi yang tercepat pada sesi Practice di Sirkuit Sachsenring.

Penampilan impresif tersebut menjadi sinyal bahwa Veda memiliki peluang untuk bersaing di barisan depan saat balapan yang berlangsung Minggu (12/7/2026).

Berdasarkan data resmi MotoGP, Veda mencatatkan waktu terbaik 1 menit 25,848 detik pada sesi Practice, Jumat (10/7/2026). Torehan itu membuat pembalap berusia 17 tahun tersebut menjadi yang tercepat sekaligus memastikan lolos langsung ke sesi kualifikasi kedua (Q2).

Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting dalam musim debut penuh Veda di Kejuaraan Dunia Moto3. Untuk pertama kalinya sepanjang musim 2026, pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berhasil mengakhiri satu sesi resmi di posisi teratas.

Performa Veda meningkat drastis setelah mengalami kendala pada sesi latihan bebas pertama. Bersama Honda Team Asia, ia melakukan evaluasi menyeluruh dan mengubah setelan motor sehingga mampu tampil jauh lebih kompetitif pada sesi berikutnya.

Namun, hasil gemilang di Practice belum berhasil diulang saat kualifikasi. Persaingan yang sangat ketat membuat Veda harus puas menempati posisi ke-13 sehingga akan memulai balapan dari baris kelima.

Meski demikian, catatan kecepatan yang ditunjukkan sebelumnya menjadi modal optimistis untuk menghadapi balapan. Jika mampu melakukan start dengan baik dan menjaga ritme sejak lap awal, peluang menembus kelompok depan masih terbuka lebar.

Keunggulan lain yang dimiliki Veda adalah pengalamannya di Sachsenring. Sirkuit sepanjang 3,67 kilometer itu bukan lintasan baru bagi pembalap Indonesia tersebut karena sebelumnya pernah berlaga di sana saat mengikuti Red Bull MotoGP Rookies Cup.

Pengalaman itu diharapkan dapat membantunya lebih cepat beradaptasi dengan karakter sirkuit yang dikenal sempit, berliku, dan memiliki banyak tikungan ke kiri.

Sepanjang musim debut Moto3 2026, Veda telah menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Ia sukses meraih podium di Grand Prix Brasil serta finis di posisi keempat saat balapan basah Grand Prix Prancis.

Hasil-hasil tersebut membuktikan bahwa Veda mulai mampu bersaing dengan para pembalap terbaik dunia di kelas Moto3.

Moto3 GP Jerman pun menjadi kesempatan berikutnya bagi pembalap muda Indonesia itu untuk menambah koleksi poin sekaligus melanjutkan tren positif pada paruh pertama musim 2026.

Apabila mampu memanfaatkan peluang sejak awal balapan, bukan tidak mungkin Veda kembali memberikan kejutan dan meraih hasil terbaiknya di ajang Moto3 musim ini.

(Sumber: MotoGP)