Progres Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Tembus 84%, Jalur Alternatif ke Bandung Makin Dekati Rampung


Progres Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 2A mencapai 84%. Ruas baru ini diproyeksikan mengurangi kemacetan menuju Bandung. ( Foto: ilustrasi/ ist) 


Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA – Pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan Paket 2A terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga akhir Juni 2026, progres fisik proyek telah mencapai 84 persen, menandai semakin dekatnya penyelesaian salah satu ruas tol strategis yang akan menjadi jalur alternatif menuju Bandung sekaligus mengurangi kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek eksisting. 

Proyek yang dikerjakan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) sebagai bagian dari Kerja Sama Operasi (KSO) WIKA-PP-KMK-HKI itu saat ini memasuki tahap konstruksi utama.

Sekretaris Perusahaan HKI, Resnu Aditya Wuladarman, mengatakan fokus pekerjaan saat ini adalah penyelesaian perkerasan jalan beton (rigid pavement) di area main road Zona 3 dan Zona 4.

"Hingga saat ini, HKI tengah mengerjakan sejumlah pekerjaan utama pada Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 2A. Salah satu pekerjaan mayor yang tengah menjadi fokus adalah pekerjaan perkerasan jalan beton atau rigid pavement pada area mainroad Zona 3 dan Zona 4," ujar Resnu dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).

Selain pekerjaan perkerasan, HKI juga mempersiapkan sejumlah pekerjaan struktur yang menjadi tahapan penting sebelum ruas tol dapat difungsikan.

Salah satu tantangan terbesar berada pada proses pemasangan girder yang melintasi Jalan Tol Cimanggis-Cibitung (CCT) yang telah beroperasi. Pekerjaan tersebut harus dilakukan dengan pengaturan waktu (window time) secara ketat agar tidak mengganggu lalu lintas sekaligus tetap memenuhi aspek keselamatan konstruksi. 

Ruas Strategis Penghubung Jakarta dan Jawa Barat

Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 2A memiliki panjang sekitar 10,5 kilometer. Ruas ini merupakan bagian dari jaringan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan yang nantinya menghubungkan Simpang Susun Jatiasih pada JORR E1 hingga Simpang Susun Sadang di Tol Purbaleunyi. 

Keberadaan jalan tol tersebut diharapkan menjadi koridor baru bagi kendaraan dari Jakarta menuju wilayah selatan Jawa Barat, termasuk Purwakarta dan Bandung, sehingga beban lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek yang selama ini menjadi salah satu ruas tersibuk di Indonesia dapat berkurang.

Selain meningkatkan mobilitas masyarakat, proyek ini juga diproyeksikan memperlancar distribusi logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan industri serta permukiman yang dilalui jalan tol tersebut. 

Menggunakan Teknologi Konstruksi Modern

Dalam pelaksanaannya, HKI menerapkan berbagai teknologi konstruksi modern, antara lain Building Information Modelling (BIM) untuk meningkatkan akurasi desain dan efisiensi pekerjaan, serta teknologi Augmented Reality (AR) berbasis barcode guna mendukung pengendalian mutu di lapangan.

Perusahaan juga menerapkan konsep green construction, termasuk pemanfaatan panel surya sebagai sumber listrik penerangan area proyek serta program penghijauan di sekitar lokasi pekerjaan sebagai bagian dari upaya pembangunan berkelanjutan. 

Dengan progres konstruksi yang telah mencapai 84 persen, penyelesaian Paket 2A menjadi salah satu tahapan penting dalam percepatan pembangunan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan. Kehadiran ruas baru ini diharapkan mampu menghadirkan pilihan jalur yang lebih lancar bagi pengguna jalan menuju wilayah Jawa Barat sekaligus meningkatkan konektivitas kawasan metropolitan Jakarta dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di sekitarnya.

( berbagai sumber)