Proyek PSEL Denpasar Raya Resmi Groundbreaking, Investasi Rp3 Triliun dan Pasok Listrik untuk 100.000 Rumah

 

Proyek PSEL Denpasar Raya resmi groundbreaking. Investasi Rp3 triliun, olah 500 ribu ton sampah per tahun, dan pasok listrik untuk 100.000 rumah di Bali. ( Foto: Pandu Sjahrir, tangkapan layar) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA--Pemerintah dan Danantara resmi memulai pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) pertama di Indonesia yang berlokasi di Denpasar Raya, Bali, dengan nilai investasi mencapai Rp3 triliun.

Pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya resmi dimulai pada Rabu (8/7/2026). Proyek yang diperkirakan menelan investasi sebesar Rp3 triliun ini menjadi yang pertama dibangun di Indonesia untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi hijau. 

Peresmian pembangunan ditandai dengan penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) antara PT PLN (Persero) dan Badan Usaha Pembangunan PSEL (BUPP) PT Weiming Nusantara Bali New Energy. Proyek ini juga telah mendapatkan status Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian No. 16/2025.

Chief Executive Officer (CEO) PT Danantara Investment Management (DIM), Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa PSEL Denpasar Raya dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap pengelolaan sampah, energi hijau, dan ekonomi lokal. Fasilitas ini dibangun dengan mengacu pada standar lingkungan Eropa, European Industrial Emissions Directive (EU IED). 

"Pada hari ini Rabu, 8 Juli 2026, PSEL Denpasar Raya telah memasuki fase penting melalui agenda penandatanganan Power Purchase Agreement dan peresmian pembangunan PSEL. Hal ini menandai kesiapan untuk mendorong realisasi solusi pengelolaan sampah terintegrasi di Indonesia yang dimulai di Denpasar Raya," ujar Pandu dalam acara peresmian. 

Kapasitas dan Dampak Lingkungan

Fasilitas PSEL ini ditargetkan mampu mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun, atau setara dengan lebih dari 40% total timbunan sampah di Bali. Proyek ini diproyeksikan dapat menurunkan emisi dari tempat pembuangan akhir (TPA) hingga 80% dan mengurangi emisi karbon sekitar 640.000 ton CO2 per tahun. 

Dari sisi ketenagalistrikan, PSEL Denpasar Raya akan menghasilkan energi hijau yang cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik sekitar 100.000 rumah tangga di Bali. PLN sendiri telah menyatakan kesiapannya menyerap listrik yang dihasilkan dan memetakan titik interkoneksi terdekat dari lokasi proyek. 

Dukungan dan Target Penyelesaian

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menargetkan pembangunan PSEL ini dapat selesai lebih cepat dari rencana awal. "Saya meyakini walaupun targetnya semester pertama 2028, ini bisa selesai pada akhir tahun 2027," ujarnya. 

Proyek ini diperkirakan menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja hijau serta mengurangi kebutuhan lahan TPA hingga 80% . Selain itu, proyek yang dibangun di atas lahan seluas 6 hektare milik PT Pelindo (Persero) di kawasan Benoa ini juga didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Bali, Kota Denpasar, dan Kabupaten Badung melalui perjanjian kerja sama penyediaan sampah. 

PSEL Denpasar Raya merupakan satu dari tiga proyek PSEL gelombang pertama yang mendapatkan status PSN, bersama dengan PSEL Kota Bekasi dan PSEL Bogor Raya di Jawa Barat.