![]() |
| Letjen TNI (Purn) Teguh Arief Indratmoko resmi menjabat Dirut Peruri menggantikan Dwina Septiani Wijaya. BP BUMN tegaskan penunjukan ini sesuai kebutuhan keamanan. ( Foto: dok peruri) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID,JAKARTA - Pucuk kepemimpinan Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) resmi berganti. Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) menunjuk Letnan Jenderal TNI (Purn) Teguh Arief Indratmoko sebagai Direktur Utama Peruri, menggantikan Dwina Septiani Wijaya yang telah memimpin sejak 2017.
Penunjukan ini tertuang dalam Surat Keputusan BP BUMN Nomor: 345 Tahun 2026 dan SK Nomor: 346 Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Direktur Utama dan Ketua Dewan Pengawas Peruri yang ditandatangani pada Rabu (15/7/2026).
Selain Teguh, BP BUMN juga mengangkat Geerhan Lantara sebagai Ketua Dewan Pengawas Peruri menggantikan Marlinson Hakim. Geerhan merupakan purnawirawan TNI Angkatan Darat dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal TNI.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, membenarkan pergantian tersebut. Ia menegaskan bahwa penunjukan direksi BUMN dilakukan berdasarkan karakteristik dan kebutuhan perusahaan.
"Jadi semua penempatan direksi itu tergantung kebutuhan kita. Kita butuh apa, Peruri ini kan sebetulnya perusahaan untuk yang dijaga keamanan, security, dan lain sebagainya," ujar Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Dony juga menekankan bahwa Peruri memiliki fungsi strategis yang berbeda dengan badan usaha komersial pada umumnya. Peruri berperan sebagai alat pemerintah untuk mengontrol dokumen negara dan produk bernilai tinggi.
"Jadi ini kan bukan perusahaan sebetulnya, Peruri ini lebih kepada alat pemerintah untuk mengontrol, karena ini bukan perusahaan komersial kan, sebetulnya," tegasnya.
Profil Teguh Arief Indratmoko
Teguh Arief Indratmoko merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1988 dari kecabangan Infanteri. Ia mengawali karier militernya di satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan tercatat pernah terlibat dalam Operasi Seroja di Timor Timur.
Sepanjang kariernya, ia menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan TNI AD, di antaranya Komandan Korem 061/Suryakancana, Panglima Kodam Iskandar Muda, Asisten Intelijen Kepala Staf Angkatan Darat (Asintel KSAD), hingga Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad).
Jabatan terakhirnya sebelum pensiun adalah Komandan Jenderal Akademi TNI yang diembannya sejak Juli 2022 hingga November 2023 . Di posisi ini, ia menitikberatkan pembentukan disiplin, karakter kepemimpinan, serta modernisasi sistem pendidikan taruna.
Di luar dunia militer, Teguh meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Krisnadwipayana dan Magister Manajemen dari Universitas Syiah Kuala.
Transformasi dan Tantangan Peruri ke Depan
Pergantian kepemimpinan ini terjadi di tengah upaya Peruri melakukan transformasi besar-besaran. Sebelumnya, Peruri di bawah Dwina Septiani Wijaya berhasil meraih penghargaan Perusahaan Terbaik II kategori Transformasi Digital dalam Anugerah BUMN Award ke-15 Tahun 2026.
Peruri juga tengah memperkuat perannya sebagai pemimpin dalam ekosistem teknologi dan keamanan siber Indonesia, sejalan dengan perkembangan teknologi yang pesat di bidang kecerdasan buatan (AI) dan komputasi kuantum.
Dengan latar belakang keamanan dan intelijen yang dimiliki Teguh, pemerintah optimistis penguatan aspek sekuriti Peruri dapat terus ditingkatkan, mengingat perusahaan ini memiliki tugas vital dalam mencetak uang rupiah dan dokumen-dokumen negara bernilai tinggi.
( berbagai sumber)
