Rob Dieperink, Wasit yang Dicoret dari Piala Dunia 2026, Meninggal Dunia di Usia 38 Tahun

Dunia sepak bola internasional kembali berduka. Wasit asal Belanda, Rob Dieperink, meninggal dunia pada usia 38 tahun setelah beberapa bulan terakhir menjadi sorotan akibat batal bertugas di Piala Dunia 2026. (Foto: RTE)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID, AMSTERDAM – Dunia sepak bola internasional kembali berduka. Wasit asal Belanda, Rob Dieperink, meninggal dunia pada usia 38 tahun setelah beberapa bulan terakhir menjadi sorotan akibat batal bertugas di Piala Dunia 2026.

Kabar wafatnya Dieperink dikonfirmasi langsung oleh Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belanda (KNVB). Dalam pernyataan resminya, federasi menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian salah satu wasit terbaik yang dimiliki Belanda.

"Kami menerima kabar meninggalnya Rob Dieperink dengan rasa terkejut dan duka yang mendalam," tulis KNVB, Senin (13/7/2026).

Federasi menilai Dieperink bukan hanya sosok wasit berpengalaman di level internasional, tetapi juga rekan kerja yang dihormati oleh banyak pihak.

"Dengan meninggalnya Rob, dunia sepak bola kehilangan seorang wasit yang dihormati dan berpengalaman di tingkat internasional. Namun yang terpenting, kami kehilangan seorang rekan yang luar biasa," lanjut pernyataan tersebut.

KNVB juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, sahabat, dan seluruh orang terdekat yang ditinggalkan.

"Doa dan simpati kami tertuju kepada keluarganya, teman-temannya, serta semua orang yang sangat menyayanginya. Kami mendoakan agar mereka diberi kekuatan dalam menghadapi kehilangan yang sangat besar ini," demikian bunyi pernyataan KNVB.

Sebelum kabar duka ini, nama Dieperink sempat menjadi perhatian publik setelah gagal bertugas pada Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Padahal, FIFA sebelumnya telah memasukkan Dieperink dalam daftar wasit Video Assistant Referee (VAR) untuk turnamen tersebut. Namun, penugasannya dibatalkan menyusul munculnya kasus hukum yang menyeret namanya.

Dieperink sempat ditangkap oleh Kepolisian Metropolitan London pada April 2026 terkait dugaan pelecehan seksual terhadap seorang remaja laki-laki di Inggris. Meski demikian, proses penyelidikan kemudian dihentikan karena aparat tidak menemukan bukti yang cukup untuk melanjutkan perkara.

Setelah namanya dicoret dari daftar petugas Piala Dunia, Dieperink mengaku sangat terpukul. Ia menegaskan sejak awal telah bersikap kooperatif kepada aparat penegak hukum maupun organisasi sepak bola.

"Saya sangat sedih karena telah dituduh secara tidak adil. Sejak awal, saya telah bekerja sama sepenuhnya dalam penyelidikan polisi dan juga segera memberikan keterbukaan penuh kepada FIFA, UEFA, dan KNVB," ujar Dieperink dalam wawancara dengan media Belanda, De Telegraaf.

Ia juga mengaku kecewa dengan keputusan FIFA yang membatalkan penugasannya di ajang sepak bola paling bergengsi tersebut.

"Saya berterima kasih atas dukungan yang saya terima dari KNVB dan cara mereka menangani kasus ini. Sayang sekali FIFA memutuskan untuk tidak menunjuk saya lagi untuk Piala Dunia. Tentu saja saya kecewa dengan hal itu," katanya.

Rob Dieperink dikenal sebagai salah satu wasit berpengalaman di kompetisi Belanda. Ia mulai memimpin pertandingan Eredivisie sejak 2017 dan dipercaya menjadi petugas VAR pada putaran final Piala Eropa 2024. Rekam jejak tersebut membuatnya sempat masuk dalam daftar ofisial yang dipersiapkan FIFA untuk Piala Dunia 2026 sebelum akhirnya penugasannya dibatalkan.

Kepergian Dieperink kini meninggalkan duka bagi komunitas sepak bola internasional yang mengenalnya sebagai sosok berpengalaman di lapangan.

(Sumber: KNVB)