Stasiun MRT Sawah Besar akan Menjadi Stasiun Terdalam di Indonesia dengan Berada 28 Meter di Bawah Tanah

 

Stasiun Sawah Besar MRT Jakarta akan menjadi stasiun bawah tanah terdalam di Indonesia dengan kedalaman 28 meter, menggantikan Stasiun Dukuh Atas. ( Foto: mrt)

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA– Indonesia segera memiliki stasiun kereta bawah tanah terdalam yang baru. Stasiun Sawah Besar yang sedang dibangun PT MRT Jakarta (Perseroda) tercatat memiliki kedalaman 28 meter dari permukaan tanah, memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Stasiun MRT Dukuh Atas dengan kedalaman 24 meter. 

Pencapaian ini menandai tonggak penting dalam proyek MRT Jakarta Fase 2A yang menghubungkan kawasan Bundaran HI hingga Kota. Pada Kamis (09/07/2026), momen breakthrough atau penembusan akhir terowongan arah utara berhasil dilakukan oleh mesin bor (Tunnel Boring Machine/TBM) 1 di sisi selatan Stasiun Mangga Besar. Dengan keberhasilan ini, terowongan sepanjang 5,8 kilometer yang menjadi urat nadi transportasi bawah tanah Jakarta itu kini telah tersambung sepenuhnya antara fase 1 dan fase 2A.

Kedalaman 28 meter menjadikan Stasiun Sawah Besar bersama dengan Stasiun Mangga Besar sebagai konstruksi kereta bawah tanah terdalam di Indonesia saat ini . Posisi ini bahkan melampaui Stasiun Dukuh Atas yang berada di kedalaman 24 meter di bawah permukaan tanah. 

Inovasi Terowongan Bertingkat

Kedalaman ekstrem ini bukan tanpa alasan. Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Weni Maulina, menjelaskan bahwa desain ini menggunakan konsep peron bertumpuk (stacked platform) dan terowongan bertingkat (stacked tunnel) pertama di Indonesia. Hal ini dilakukan karena keterbatasan lahan di kawasan Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk, sehingga jalur kereta menuju utara dan selatan harus dipisahkan dalam level yang berbeda. 

"Penggunaan konsep ini dikarenakan keterbatasan area di sepanjang Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk. Ini jadi stasiun bertingkat bawah tanah pertama di Indonesia," ujar Weni dalam keterangan sebelumnya. Stasiun Sawah Besar dan Mangga Besar dirancang memiliki empat lantai basement, di mana lantai 2 dan 4 akan difungsikan sebagai peron untuk jalur yang berbeda arah. 

Pengerjaan dan Target Operasional

Dalam proses pembangunan terowongan arah utara fase 2A, PT MRT Jakarta mengerahkan tiga TBM yang bekerja sesuai paket kontraknya masing-masing. TBM 1 pada paket CP202 bertugas membangun terowongan antara Stasiun Harmoni dan Stasiun Sawah Besar sepanjang 395 meter, serta terowongan penghubung Stasiun Sawah Besar dan Stasiun Mangga Besar sepanjang 800 meter. Proses pengeboran ini juga melintasi bawah kanal yang berada di antara Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk. 

Hingga 25 Juni 2026, progres pembangunan fase 2A telah mencapai 61,8% . Saat ini, tim konstruksi sedang fokus menyelesaikan pembangunan terowongan arah selatan dari Kota menuju Bundaran HI. Seluruh terowongan fase 2A ditargetkan rampung pada kuartal IV-2026. 

PT MRT Jakarta menargetkan segmen 1 Bundaran HI-Monas dapat mulai beroperasi pada akhir 2027, sementara segmen 2 hingga Stasiun Kota ditargetkan selesai pada akhir 2029.

( berbagai sumber)