UI Berduka atas Wafatnya dr. Zulfikar Drakel Saat Sedang Jalani PIDI di Metro Lampung

Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional Universitas Indonesia (UI), Erwin Agustian Panigoro. (Foto: Humas UI)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID, JAKARTA -- Universitas Indonesia (UI) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya dr. Muhammad Zulfikar Drakel, lulusan Fakultas Kedokteran UI yang sedang menjalani Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) di Provinsi Lampung.

Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Erwin Agustian Panigoro, mengatakan almarhum wafat pada Selasa (21/7/2026) di Kota Metro, Lampung.

"Almarhum adalah lulusan Program Studi Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, yang sejak Februari 2026 menjalani Program Internship Dokter Indonesia di Lampung," ujar Erwin dalam keterangannya di Kampus UI Depok, Jumat (24/7/2026).

Atas peristiwa tersebut, UI menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, sahabat, dan rekan sejawat almarhum serta berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.

Erwin mengungkapkan, pihak universitas telah menjalin komunikasi dengan keluarga almarhum sekaligus berkoordinasi dengan Fakultas Kedokteran UI dan berbagai pihak terkait untuk memberikan pendampingan yang dibutuhkan.

"Kami telah menjalin komunikasi dengan pihak keluarga dan berkoordinasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia serta pihak-pihak terkait untuk memberikan pendampingan yang diperlukan," katanya.

UI juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait penyebab meninggalnya dr. Zulfikar. Universitas meminta semua pihak menghormati privasi dan menjaga kehormatan keluarga yang sedang berduka.

Sebagai almamater, UI menegaskan komitmennya terhadap kesejahteraan para lulusan serta mendukung terciptanya lingkungan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang aman, sehat, dan suportif. Kampus juga menyediakan layanan pendampingan psikologis bagi sivitas akademika maupun rekan sejawat yang membutuhkan dukungan pascakejadian tersebut.

JANGAN TERLEWATKAN Kemenkes Buka Fakta Penyebab Meninggalnya dr Zulfikar, Tegaskan Bukan karena Bullying dan Beban Kerja 

Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan hasil investigasi gabungan mengenai meninggalnya peserta Program Internship Dokter Indonesia tersebut.

Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes, dr. Yuli Farianti, mengatakan hasil penyelidikan menunjukkan bahwa dr. Zulfikar meninggal dunia akibat penyakit yang bersifat sensitif dan bukan karena dugaan perundungan maupun beban kerja berlebihan selama mengikuti program internship.

Menurut Yuli, tim investigasi gabungan menyimpulkan tidak ditemukan keterkaitan antara kematian almarhum dengan isu bullying yang sempat beredar.

Namun demikian, Kemenkes tidak mengungkapkan diagnosis penyakit yang diderita almarhum. Keputusan tersebut diambil untuk menjaga kerahasiaan data medis sekaligus menghormati permintaan keluarga.

Investigasi dilakukan secara bersama-sama oleh Kementerian Kesehatan, Kolegium Bedah, Komite Internsip Kedokteran Pusat dan Provinsi, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), serta Federasi Serikat Pekerja Medis dan Kesehatan Indonesia.

(Sumber: Humas UI)