UNESCO Tetapkan 14 Cagar Biosfer Baru 2026, Empat Berada di Asia dan Total Kini Capai 797 Kawasan

 

UNESCO menetapkan 14 Cagar Biosfer baru pada 2026. Empat berada di Asia, sehingga total jaringan biosfer dunia mencapai 797 kawasan. ( Foto: hutan gunung Leuser/ Wikipedia) 

Editor: Devona R

GEBRAK.ID,JAKARTA – UNESCO resmi menetapkan 14 kawasan baru sebagai bagian dari World Network of Biosphere Reserves (WNBR) pada 2026. Penetapan tersebut membuat jaringan Cagar Biosfer dunia kini berjumlah 797 kawasan yang tersebar di 145 negara, memperkuat upaya global dalam menjaga keanekaragaman hayati sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan. 

Pengumuman dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2026 melalui Program Man and the Biosphere (MAB) UNESCO. Organisasi tersebut menegaskan bahwa Cagar Biosfer bukan sekadar kawasan konservasi, melainkan "laboratorium hidup" yang menunjukkan bagaimana manusia dapat hidup berdampingan secara harmonis dengan alam. 

Berbeda dengan UNESCO Global Geoparks yang menitikberatkan pada pelestarian warisan geologi, Cagar Biosfer dinilai berdasarkan nilai ekologinya, konservasi keanekaragaman hayati, penelitian ilmiah, serta penerapan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat. 

Empat Cagar Biosfer Baru di Asia

Dari 14 kawasan yang ditetapkan tahun ini, empat berada di kawasan Asia, yaitu:

•Tost Toson Bumbiin Nuruu di Mongolia

•Matibay na Bayan ng Sablayan di Filipina

•Nino Konis Santana di Timor-Leste

•Phong Nha-Ke Bang di Vietnam 

Keempat kawasan tersebut memiliki karakteristik ekologi yang berbeda, mulai dari pegunungan gurun yang menjadi habitat macan tutul salju di Mongolia, kawasan hutan tropis dan laut di Timor-Leste, bentang alam karst di Vietnam, hingga kawasan pesisir dan hutan lindung di Filipina.

Daftar Lengkap 14 Cagar Biosfer Baru UNESCO 2026

UNESCO menetapkan kawasan baru di 14 negara, yakni:

Albania – Shkodër Lake

Aljazair – Theniet El Had

Aruba – Aruba Island

Azerbaijan – Great Caucasus

Kamerun – Takamanda

Kanada – Québec City

Iran – Dalankuh-Qamishlou

Mongolia – Tost Toson Bumbiin Nuruu

Montenegro – Skadar Lake Watershed

Paraguay – Sur del Alto Paraná

Filipina – Matibay na Bayan ng Sablayan

Portugal – Serra da Estrela

Timor-Leste – Nino Konis Santana

Vietnam – Phong Nha-Ke Bang 

Selain penambahan kawasan baru, UNESCO juga menyetujui perluasan lima Cagar Biosfer yang telah ada di China, Italia, dan Spanyol. 

Ada Sejumlah Catatan Bersejarah

Penetapan tahun ini juga menghadirkan sejumlah pencapaian penting. Timor-Leste, Montenegro, dan Aruba untuk pertama kalinya memiliki Cagar Biosfer UNESCO. Bahkan seluruh wilayah Aruba kini berstatus sebagai Cagar Biosfer, menjadikannya salah satu negara yang seluruh teritorinya berada dalam jaringan tersebut.

UNESCO juga menetapkan Québec City sebagai kota pertama di dunia yang memperoleh status Cagar Biosfer. 

Indonesia Tetap Miliki Belasan Cagar Biosfer

Hingga pertengahan 2026, Indonesia tetap menjadi salah satu negara dengan jumlah Cagar Biosfer UNESCO terbanyak di kawasan Asia Tenggara. Kawasan yang telah diakui antara lain Cagar Biosfer Komodo, Gunung Leuser, Cibodas, Wakatobi, Tanjung Puting, Giam Siak Kecil–Bukit Batu, Lore Lindu, hingga Samota (Saleh-Moyo-Tambora). 

UNESCO menilai keberadaan Cagar Biosfer memiliki peran penting dalam menghadapi krisis iklim, menjaga keanekaragaman hayati, meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, serta menjadi pusat penelitian dan pendidikan lingkungan.

Direktur Jenderal UNESCO, Khaled El-Enany, menegaskan bahwa perlindungan alam dan peningkatan kualitas hidup masyarakat bukanlah tujuan yang saling bertentangan.

"Cagar Biosfer membuktikan setiap hari bahwa melindungi alam dan meningkatkan kehidupan manusia dapat berjalan beriringan," demikian pernyataan UNESCO dalam pengumuman resminya. 

( berbagai sumber)