Veda Ega Enggan Terlena Perburuan Rookie of the Year Moto3 2026, Pilih Fokus Konsisten Raih Poin

Aksi pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, pada ajang Moto3 Jerman 2026, Minggu (12/7/2026). (Foto: Honda Team Asia)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, JAKARTA – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, memilih untuk tidak menjadikan gelar Rookie of the Year Moto3 2026 sebagai target utamanya musim ini. Meski peluang meraih penghargaan tersebut terbuka lebar, rider Honda Team Asia itu lebih memilih fokus menjaga konsistensi dan terus mengumpulkan poin di setiap seri balapan.

Performa Veda sepanjang pertengahan musim Moto3 2026 memang mencuri perhatian. Pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu berhasil bersaing dengan para rookie terbaik dunia hingga kini berada di papan atas klasemen.

Namun, Veda menegaskan dirinya tidak ingin terbebani dengan perburuan gelar pembalap debutan terbaik.

"Ya enggak ada yang enggak mungkin. Tapi memang rookie tahun ini hampir semua kuat-kuat," kata Veda dikutip dari Antara di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Veda menyebut persaingan musim ini sangat ketat karena diisi banyak pembalap muda berkualitas, termasuk Brian Uriarte dan Hakim Danish yang juga tampil impresif. "Seperti Bryan yang kemarin menang dan Hakim yang sempat menang. Tapi saya enggak mau fokus buat mendapatkan gelar Rookie of the Year," ujarnya.

Saat ini, Brian Uriarte masih menjadi rookie dengan perolehan poin tertinggi setelah mengumpulkan 127 poin. Sementara Veda membayangi tepat di bawahnya dengan raihan 90 poin sehingga peluang merebut gelar tersebut masih sangat terbuka.

Meski demikian, pembalap bernomor motor 9 itu menegaskan target pribadinya sejak awal musim tetap tidak berubah, yakni terus meraih poin sebanyak mungkin di setiap balapan.

"Awalnya enggak ada target untuk jadi Rookie of the Year, cuma ngoleksi poin doang. Tapi sekarang ada yang kompetitif banget. Enggak punya ekspektasi sejauh ini," kata Veda.

Musim debut yang mengesankan

Musim pertama Veda di Moto3 menjadi salah satu kisah paling menarik bagi dunia balap Indonesia. Ia sukses mencatat sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang naik podium Grand Prix Moto3 setelah finis di posisi ketiga pada Moto3 Brasil.

Penampilannya juga mendapat banyak pujian saat Moto3 Republik Ceko. Memulai balapan dari posisi ke-20, Veda mampu melakukan comeback luar biasa hingga finis di urutan kelima.

Performa positif itu berlanjut pada Moto3 Jerman di Sirkuit Sachsenring. Meski memulai balapan dari posisi ke-13, ia kembali mengamankan poin penting setelah menyelesaikan lomba di posisi kedelapan.

Veda mengakui perjalanan musim perdananya tidak selalu berjalan mulus. Banyak tantangan yang harus dihadapi, terutama karena harus beradaptasi dengan tim baru dan level persaingan yang jauh lebih tinggi dibandingkan kejuaraan sebelumnya.

"Banyak juga pelajaran yang saya dapat karena ini tim baru dan kejuaraan ini juga baru buat saya. Jadi banyak pelajaran yang saya dapat," jelas Veda.

Jelang paruh kedua musim, Veda berencana meningkatkan program latihan fisik sekaligus menjalani sesi tes di Sirkuit Mandalika. Persiapan tersebut dilakukan untuk menghadapi seri Moto3 Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang, di mana ia berharap bisa kembali tampil kompetitif di hadapan pendukung sendiri.

(Sumber: Antara)