![]() |
| Kronologi penemuan 995 senjata api di sekolah swasta Jakarta Selatan, berawal saat yayasan membuka ruangan untuk kebutuhan siswa. ( Foto: ist) |
GEBRAK.ID,JAKARTA – Misteri penemuan ratusan senjata api di lingkungan sebuah sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mulai terungkap. Temuan tersebut bermula ketika pihak yayasan berupaya membuka sebuah ruangan yang sebelumnya tidak digunakan untuk kepentingan kegiatan belajar mengajar.
Dari ruangan tersebut, ditemukan 995 pucuk senjata api beserta perlengkapan pendukung lainnya. Kasus ini kini masih dalam penyelidikan intensif Polres Metro Jakarta Selatan untuk mengungkap asal-usul serta legalitas seluruh senjata yang ditemukan.
Ruangan Dibuka untuk Kebutuhan Sekolah
Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji, menjelaskan, ruangan tersebut awalnya hendak dimanfaatkan sebagai fasilitas bagi para siswa. Namun, saat pintu dibuka, pihak yayasan justru menemukan tumpukan senjata api.
"Ketika ruangan dibuka untuk kepentingan sekolah, kami menemukan peralatan yang disebut senjata. Ada air gun yang bisa membunuh karena larasnya polos, tidak memiliki alur," kata Untung di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).
Selain ratusan air gun, di lokasi juga ditemukan satu pucuk shotgun kaliber 12/70 yang turut diamankan aparat kepolisian.
Beragam Jenis Senjata dan Perlengkapan Diamankan
Sebelumnya, polisi mengungkap total 995 senjata api ditemukan di ruangan yang disebut pernah digunakan oleh kepala yayasan.
Barang bukti yang diamankan terdiri atas berbagai jenis senjata, di antaranya kaliber 5,56 mm, 9 mm, .40, pistol Walther, senjata kaliber .22, hingga karabin M4.
Tak hanya itu, petugas juga menemukan:
alat pembuat peluru,
magazine pistol Glock,
puluhan butir amunisi,
serta perlengkapan lain yang berkaitan dengan senjata api.
Seluruh barang bukti kini telah diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Polisi Selidiki Asal-usul Senjata
Polres Metro Jakarta Selatan telah meningkatkan penanganan kasus ini melalui Laporan Polisi Model A, yakni laporan yang dibuat atas temuan langsung aparat kepolisian.
Penyidik masih mendalami kepemilikan seluruh senjata tersebut, termasuk menelusuri apakah seluruhnya memiliki izin resmi atau terdapat unsur tindak pidana dalam penyimpanan maupun penguasaannya. Hingga kini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.
Polisi juga akan memeriksa sejumlah saksi dari pihak yayasan, pengurus lama maupun pihak lain yang mengetahui penggunaan ruangan tersebut.
Yayasan Mengaku Tidak Mengetahui Isi Ruangan
Untung menegaskan, pihak yayasan tidak mengetahui adanya ratusan senjata api di dalam ruangan tersebut. Menurutnya, ruangan itu baru dibuka karena sekolah membutuhkan tambahan fasilitas untuk menunjang aktivitas para siswa.
Ia menegaskan, temuan itu langsung dilaporkan kepada aparat kepolisian agar dilakukan pemeriksaan sesuai prosedur hukum.
Penyelidikan kini difokuskan untuk memastikan asal-usul seluruh senjata, legalitas kepemilikan, serta kemungkinan adanya pelanggaran hukum yang berkaitan dengan penyimpanan senjata api dalam jumlah sangat besar.
Kasus ini menjadi salah satu pengungkapan kepemilikan senjata terbesar yang pernah ditangani aparat di wilayah Jakarta Selatan dan masih terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan maupun pihak yang bertanggung jawab.
( berbagai sumber)
