Program Motor Listrik Nasional Dinilai Siap Goyang Dominasi Pabrikan Konvensional

1787120021733

Molinas hadir sebagai game changer di pasar roda dua, namun keberhasilannya bergantung pada insentif dan strategi distribusi yang tepat.(Foto:tangkapan layar)

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA– Kehadiran Program Motor Listrik Nasional (Molinas) resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Cikarang, Bekasi, pada 13 Agustus 2026 lalu . Program ini diproyeksikan tidak hanya memperkuat industri dalam negeri, tetapi juga mengubah peta persaingan pasar roda dua di Indonesia yang selama ini didominasi oleh segelintir pabrikan konvensional.

“Program Molinas memiliki potensi sangat besar untuk memperkuat industri dalam negeri sekaligus mengacak-acak peta persaingan pasar roda dua di Indonesia,” ujar Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno.

Insentif Jadi ‘Amunisi’ Utama Molinas

Untuk benar-benar dapat menggoyang posisi mapan para pemain lama, Djoko menegaskan bahwa Molinas membutuhkan ‘amunisi’ berupa insentif pemerintah. Menurutnya, insentif bukan sekadar kebijakan pelengkap, melainkan faktor kunci yang menentukan kemampuan Molinas bersaing secara komersial.

Saat ini, pemerintah tengah mematangkan skema insentif tersebut. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa kebijakan subsidi motor listrik paling cepat dapat berlaku pada September 2026.

Rencananya, pemerintah akan memberikan subsidi sebesar Rp5 juta per unit untuk pembelian motor listrik .“Harusnya sih September sudah jalan itu. Subsidi motor listriknya (berlaku),” kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Meski demikian, pelaksanaan kebijakan ini masih menunggu penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa Kementerian Perindustrian selaku kementerian teknis telah siap, namun pelaksanaan program baru dapat dilakukan setelah aturan dari Kementerian Keuangan diterbitkan.

Tantangan dan Strategi Distribusi

Di balik potensinya, Djoko mengingatkan sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah persaingan dengan produk asal China yang saat ini menguasai lebih dari 70 persen rantai pasok kendaraan listrik dunia. Selain itu, strategi distribusi yang tepat menjadi kunci keberhasilan Molinas.

Djoko mendorong pemerintah untuk tidak hanya memfokuskan program pada kota-kota besar di Pulau Jawa, tetapi juga melakukan penetrasi ke wilayah luar Jawa, daerah perbatasan, pedesaan, pulau-pulau kecil, hingga daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

“Pasar non-perkotaan, mengarahkan penetrasi ke wilayah luar Jawa, daerah perbatasan, pedesaan, pulau-pulau kecil serta daerah 3T akan dapat memberikan blue ocean strategy bagi motor listrik nasional,” ujarnya.

Distribusi ke wilayah penghasil mineral seperti Morowali, Konawe, Halmahera, dan lainnya dinilai sangat strategis untuk memberikan nilai ekonomis dan efisiensi logistik bagi masyarakat di pusat operasional daerah tersebut.

Ekosistem dan Antisipasi Kemacetan

Peluncuran Molinas juga mendapat dukungan dari berbagai sektor, termasuk industri logistik. PT Sicepat Ekspres Indonesia menilai program ini memiliki peluang baik untuk mendukung operasional layanan kurir dan logistik yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Namun, MTI juga mengingatkan pemerintah untuk tidak mengabaikan potensi dampak negatif, seperti peningkatan kepadatan lalu lintas. Jika masyarakat membeli motor listrik hanya sebagai kendaraan tambahan, bukan sebagai pengganti motor lama, maka volume kemacetan di perkotaan berpotensi meningkat. “Pada dasarnya, motor listrik nasional sekadar mengalihkan sumber emisi dari bahan bakar fosil ke energi listrik, tanpa mengurangi volume kemacetan di perkotaan. Solusi utama untuk mengurai kemacetan tetap bertumpu pada penguatan dan elektrifikasi transportasi umum massal,” pungkas Djoko

( berbagai sumber)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID