Ragu Manchester United Bakal Juara Liga, Legenda MU Ini Soroti Lini Tengah dan Tielemans

Roy-Keane-347878478

Legenda Manchester United (MU), Roy Keane. (Foto: Tangkapan layar Youtube)

Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID, JAKARTA — Legenda Manchester United (MU), Roy Keane, memberikan penilaian keras terhadap peluang mantan klubnya dalam perebutan gelar Premier League 2026/2027. Menurutnya, komposisi lini tengah Iblis Merah belum cukup kuat untuk membawa tim menjadi juara.

Manchester United akan memulai kampanye Premier League musim ini dengan bertandang ke markas Hull City di MKM Stadium, Sabtu (22/8/2026). Laga tersebut menjadi ujian awal bagi Michael Carrick yang ingin membawa tim kembali bersaing di papan atas setelah mengantarkan Man United finis di posisi yang memastikan tiket Liga Champions musim lalu.

Manajemen klub juga bergerak agresif di bursa transfer. Manchester United mendatangkan sejumlah pemain, termasuk Andrey Santos dan Youri Tielemans, sementara Carlos Baleba masih menjadi salah satu target untuk memperkuat lini tengah.

Kehadiran para pemain tersebut membuat optimisme suporter meningkat. Namun, Keane justru melihat masih ada celah besar yang dapat menghambat ambisi Man United mengejar Arsenal dalam perebutan gelar.

“Saya pikir itu cara yang bagus untuk menggambarkannya, lini tengah yang bagus. Namun, jika berbicara tentang memenangkan liga, saya rasa masih kurang,” ujar Keane dalam acara Stick to Football.

Mantan kapten Manchester United itu menilai lini tengah dan lini depan memang memberikan alasan bagi suporter untuk optimistis. Ancaman gol juga menjadi salah satu kekuatan Man United sejak Carrick mengambil alih tim pada musim lalu.

Persoalan utama, kata Keane, justru berada di lini belakang. Ia menilai posisi bek sayap serta dua bek tengah masih menjadi titik lemah yang harus segera dibenahi.

“Masalah besar United masih ada di pertahanan. Lini tengah dan lini depan punya ancaman gol yang besar. Mereka sangat bagus tahun lalu, terutama ketika Carrick mengambil alih,” kata Keane. “Masalahnya ada di belakang. Bek sayap dan dua bek tengah masih menjadi persoalan besar.”

Keane juga memberikan penilaian terhadap Tielemans yang datang ke Old Trafford. Menurut dia, pengalaman pemain asal Belgia tersebut di Premier League bisa membantu proses adaptasi, terutama karena sang gelandang sudah memahami tuntutan kompetisi Inggris.

“Tielemans pilihan aman bagi United. Dalam beberapa tahun terakhir, kita melihat pemain seperti Casemiro datang dengan biaya besar dan gaji tinggi,” jelas Keane. “Tielemans sudah mengenal Premier League dan pemain internasional yang bagus. Dia pernah datang ke Old Trafford bersama Villa dan meraih kesuksesan sehingga dia akan mampu menghadapi tekanan. Tetapi, apakah dia bisa membawa United ke level paling atas? Tidak.”

Di tengah keraguan tersebut, Manchester United tetap harus memulai musim dengan hasil positif. Laga melawan Hull City menjadi kesempatan Carrick untuk menunjukkan bahwa timnya memang siap menantang Arsenal yang berstatus juara bertahan.

Pertemuan Manchester United dengan Hull City juga mengingatkan pada duel terakhir kedua tim di Premier League pada 2017. Saat itu, keduanya bermain imbang tanpa gol.

Hasil serupa pada pertandingan pembuka musim ini tentu akan menjadi awal yang kurang ideal bagi United. Apalagi, target mereka bukan sekadar kembali ke Liga Champions, melainkan mengakhiri penantian panjang untuk mengangkat trofi Premier League.

(Sumber: Stick to Football)