![]() |
| Siswa MTs di Pati kehilangan dua ruas jari usai diduga menjadi korban perundungan. Polisi menyelidiki, sekolah membantah ada bullying. ( Foto: freepik) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID,PATI – Dugaan perundungan yang menimpa seorang siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Islam Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial. Korban berinisial A, siswa kelas VII, mengalami luka serius hingga kehilangan dua ruas jari tangan kirinya dan mengalami cacat permanen.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (27/7/2026) itu ramai diperbincangkan setelah pengakuan korban beredar di media sosial, salah satunya melalui akun Instagram @patihits. Dalam video tersebut, korban mengaku dikejar dan diduga dikeroyok oleh tiga siswa kelas IX sebelum mengalami kecelakaan yang menyebabkan jarinya putus.
Kronologi Versi Korban dan Keluarga
Berdasarkan keterangan keluarga, insiden bermula saat kegiatan di lingkungan sekolah. Korban diduga menjadi sasaran intimidasi dan pengejaran oleh tiga kakak kelasnya.
Saat berusaha menghindar, korban memanjat pagar sekolah. Nahas, tangan kirinya terjepit pagar hingga dua ruas jarinya putus. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Keluarga menilai kejadian tersebut bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan dipicu oleh dugaan aksi perundungan yang dilakukan senior terhadap korban.
Kasus Dilaporkan ke Polisi
Merasa ada unsur pidana, keluarga korban melaporkan kasus tersebut ke Polresta Pati. Polisi kini telah melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan korban dan sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Korban juga mendapatkan pendampingan hukum dan psikologis dari lembaga pendamping anak guna membantu proses pemulihan serta pendampingan selama proses hukum berlangsung.
Pihak Sekolah Bantah Ada Perundungan
Di sisi lain, pihak MTs Islam Wangunrejo membantah tudingan bahwa korban menjadi korban bullying.
Kepala MTs Islam Wangunrejo, Syafi'i, menyatakan peristiwa tersebut murni merupakan kecelakaan saat sejumlah siswa bermain di sekitar area toilet dan tempat wudu usai salat zuhur.
Menurutnya, korban memanjat pagar bersama teman-temannya, lalu tangannya terjepit sehingga menyebabkan dua ruas jarinya putus.
"Pihak sekolah segera membawa korban ke rumah sakit setelah kejadian," kata Syafi'i.
Kemenag Pati Tunggu Hasil Penyelidikan
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, Ahmad Syaikhu, menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut. Namun, ia belum memberikan kesimpulan karena proses penyelidikan masih berlangsung.
Kemenag menyerahkan penanganan kasus kepada aparat kepolisian dan menunggu hasil penyelidikan resmi sebelum mengambil langkah lanjutan.
Polisi Dalami Dua Versi Kejadian
Hingga kini, terdapat dua versi yang berkembang mengenai insiden tersebut. Pihak keluarga meyakini korban mengalami kecelakaan saat berusaha menyelamatkan diri dari dugaan perundungan, sedangkan pihak sekolah menyebut kejadian itu murni kecelakaan ketika siswa bermain.
Polresta Pati masih mengumpulkan alat bukti dan memeriksa para saksi untuk memastikan kronologi sebenarnya. Hasil penyelidikan nantinya akan menentukan apakah terdapat unsur pidana dalam peristiwa yang menyebabkan korban kehilangan dua ruas jari tangan kirinya.
( berbagai sumber)
