Kasus Influenza Meningkat, Menkes Pastikan Bukan Strain Berbahaya dan Masih Terkendali
Menkes menekankan bahwa influenza merupakan penyakit yang muncul secara musiman. (Foto:ist)
GEBRAK.ID.JAKARTA – Kasus influenza dilaporkan mengalami kenaikan di sejumlah rumah sakit di beberapa daerah. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan situasi saat ini masih dalam kondisi terkendali. Menkes Budi membenarkan adanya peningkatan kasus influenza. Namun, ia menekankan bahwa influenza merupakan penyakit yang muncul secara musiman.”Kita memiliki yang namanya sentinel checking. Jadi rumah sakit-rumah sakit kita cek apakah ada kenaikan kasus influenza. Nomor satu, memang ada kenaikan kasus influenza. Nomor dua, yang masyarakat mesti tahu influenza itu ada musimnya. Jadi, memang bulan-bulan ini pasti ada kenaikan,” kata Budi seusai rapat di DPR, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Peningkatan Masih Sesuai Pola Musiman
Menkes memastikan belum ada perbedaan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia menyebut jenis influenza yang meningkat belakangan ini didominasi oleh influenza tipe A, disertai sedikit Rhinovirus.”Kita sekarang belum melihat ada perbedaan yang sangat signifikan kenaikan tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Yang naik ini banyak di influenza tipe A, sama ada Rhinovirus sedikit,” ucapnya.
Budi juga menegaskan bahwa kenaikan ini bukan disebabkan oleh strain virus yang berbahaya. “Ini bukan strain yang berbahaya. Kita sementara mau monitor terus, kita kasih tahu daerah-daerahnya agar kalau ada kenaikan dikasih tahu ke kita kalau ada yang benar-benar parah kondisinya. Tapi so far saya masih bisa lihat ini masih terkendali,” ujarnya.
Proporsi Influenza Capai 38 Persen, Balita Paling Rentan
Data Kementerian Kesehatan mencatat proporsi influenza pada minggu ke-35 tahun 2026 mencapai 38 persen, meningkat dari 22 persen pada minggu sebelumnya. Dari kasus yang terdeteksi, sebanyak 33 persen terjadi pada anak usia 0-4 tahun atau balita. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, menyatakan bahwa peningkatan kasus menjelang akhir tahun merupakan tren yang biasa terjadi. “Trennya sama, menjelang akhir tahun akan naik kasus influenza, tapi bukan lonjakan signifikan,” ujar Aji.
Selain faktor musiman, Aji menyebut kondisi lain seperti kebakaran hutan dan lahan, erupsi gunung, serta musim kemarau turut mempengaruhi kualitas udara dan meningkatkan risiko penularan.
Rumah Sakit di Surabaya Dipenuhi Pasien
Di Surabaya, lonjakan kasus influenza berdampak pada kapasitas layanan rumah sakit. Direktur Utama RS Husada Utama Surabaya, dr. Didi D. Dewanto, mengungkapkan bahwa ruang anak dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tersebut penuh dalam sepekan terakhir. “Anak-anak, kasusnya memang meningkat. Sampai penuh, tempat saya pediatric ward, ruang anak penuh. IGD sama penuh juga,” kata Didi.
Didi menyebutkan pihaknya harus menambah ruang perawatan karena kapasitas satu lantai yang berisi 44 tempat tidur tidak mencukupi. “Hampir semua rumah sakit kayaknya ya. Ada satu lantai ada 44, jadi sampai kita oper-oper ke lantai lain,” jelasnya. Meski demikian, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, menyatakan bahwa mayoritas pasien influenza hanya memerlukan perawatan rawat jalan. Pasien yang dirawat inap adalah mereka dengan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, seperti gangguan pernapasan berat.
Imbauan Pencegahan
Menkes Budi mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat. “Jaga kebersihan, hidup sehat, pakai masker. Pencegahan ya cara hidup sehat, kalau bisa vaksinasi influenza,” ujarnya. Kemenkes juga mengingatkan pentingnya istirahat cukup, konsumsi makanan bergizi, serta penerapan etika batuk dan cuci tangan untuk mencegah penularan influenza.
(Dinar K/ berbagai sumber)
