Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 5 Sudah Dibuka

Pelatihan Vokasi Kemenaker

Kemnaker memprioritaskan sejumlah kelompok masyarakat, antara lain pencari kerja, korban pemutusan hubungan kerja (PHK), serta calon wirausahawan. (Sumber: skillhub.kemnaker.go.id)

GEBRAK.ID, JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 5 sebagai upaya pemerintah mempercepat peningkatan keterampilan tenaga kerja agar semakin mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan industri.

Pendaftaran program tersebut dibuka secara daring melalui platform Skillhub Kemnaker mulai 27 Agustus hingga 16 September 2026. Program ini ditujukan terutama bagi masyarakat yang membutuhkan peningkatan kompetensi untuk memasuki pasar kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan perkembangan industri yang berlangsung cepat membuat tenaga kerja harus terus memperbarui kompetensi. Menurut dia, peningkatan keterampilan atau upskilling dan penguasaan keterampilan baru atau reskilling menjadi bagian penting untuk menjaga daya saing pekerja nasional. “Kami ingin memperluas akses masyarakat dalam memperoleh keahlian terapan yang relevan,” ujar Yassierli melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Sabtu (5/9/2026).

Ia menjelaskan, program PVN dirancang berbasis kompetensi sehingga peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga mendapatkan keterampilan praktis yang dapat diterapkan di lingkungan kerja. “Seluruh program dirancang berbasis kompetensi, sehingga peserta tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keahlian praktis yang siap diterapkan di dunia kerja,” katanya.

Prioritaskan Pencari Kerja dan Korban PHK
Pada Batch 5, Kemnaker memprioritaskan sejumlah kelompok masyarakat, antara lain pencari kerja, korban pemutusan hubungan kerja (PHK), serta calon wirausahawan. Program tersebut secara khusus menyasar lulusan SMA/SMK atau sederajat.

Menurut Yassierli, pembekalan keterampilan melalui pelatihan vokasi diharapkan dapat memberikan alternatif bagi peserta, baik untuk mendapatkan pekerjaan maupun membangun usaha sendiri. “Melalui skema ini, peserta diharapkan dapat meningkatkan daya saing untuk memasuki pasar kerja maupun memiliki bekal keterampilan untuk memulai usaha mandiri,” ujarnya.

Tahapan Seleksi PVN Batch 5
Masyarakat yang berminat mengikuti program ini masih dapat melakukan pendaftaran sekaligus mengisi asesmen Siap Latih hingga 16 September 2026. Peserta yang dinyatakan lolos seleksi awal selanjutnya akan mengikuti tahap wawancara pada 17–23 September 2026. Hasil seleksi peserta PVN Batch 5 dijadwalkan diumumkan pada 24 September 2026. Informasi resmi mengenai pendaftaran dan program pelatihan tersedia melalui platform Skillhub Kemnaker.

Bagian dari Penguatan Pelatihan Berbasis Kompetensi
Pelatihan Vokasi Nasional merupakan bagian dari kebijakan Kemnaker untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan kerja berbasis kompetensi dan kebutuhan dunia industri.

Pelaksanaan program pada sejumlah Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) di bawah Kemnaker menunjukkan bahwa PVN dikembangkan dengan bidang pelatihan yang menyesuaikan perkembangan kebutuhan pekerjaan. Pada PVN Batch 5, misalnya, BBPVP Bandung membuka program di bidang Smart Manufacturing, Smart Automotive, Smart IT Creative, Smart Building, hingga Smart Tourism, dengan total 176 peserta.

Di BBPVP Serang, PVN Batch 5 juga telah dibuka dengan 18 pilihan program pelatihan. Informasi tersebut dipublikasikan melalui situs resmi BBPVP Serang sebagai unit pelaksana teknis Kemnaker.

Sementara itu, BPVP Samarinda turut mengumumkan pembukaan PVN Batch 5 dengan pendaftaran yang berlangsung hingga 16 September 2026. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah peserta pelatihan, tetapi juga mendorong keterkaitan antara kompetensi yang diberikan dengan kebutuhan pasar kerja.

Dengan skema upskilling dan reskilling tersebut, Kemnaker berharap semakin banyak tenaga kerja nasional memiliki keterampilan yang relevan, produktif, dan mampu mengikuti perubahan lanskap industri. (*)

Editor: Zaky Al Hamzah
(Sumber:skillhub.kemnaker.go.id)