Suahasil Tuntaskan Pelantikan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya, Ada 8 Pejabat DJP dan Bea Cukai
Suahasil Nazara:ini adalah penyempurnaan. (Foto: kemenkeu)
GEBRAK.ID,JAKARTA–Menteri Keuangan Suahasil Nazara resmi menuntaskan rangkaian pelantikan dan penyempurnaan jabatan di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Senin (21/9). Sebanyak 14 pejabat dilantik, terdiri dari 12 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) dan 2 pejabat Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Pelantikan ini disebut sebagai tahap akhir dari proses perombakan yang sebelumnya dimulai oleh Menteri Keuangan periode 2025-2026, Purbaya Yudhi Sadewa.
“Ini Adalah Penyempurnaan”
Suahasil menegaskan bahwa pelantikan ini bukan pembatalan terhadap keputusan sebelumnya. Pejabat yang telah dilantik pada era Purbaya dinyatakan tetap sah dan sudah menjalankan tugasnya masing-masing. “Pada hari ini adalah pelantikan yang melanjutkan penyempurnaan dari penunjukan yang lalu, dilakukan penyempurnaan pengisian pejabat di lingkungan keuangan,” ujar Suahasil di Kantor Kemenkeu, Jakarta.
Ia menjelaskan, prosesi kali ini telah melalui mekanisme Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) yang melibatkan seluruh pimpinan unit Eselon I. Baperjakat menilai kebutuhan organisasi, kapasitas individu, serta parameter promosi dan mutasi. “Baperjakat dilakukan dengan proses berjenjang, dari proses talent management yang melihat kinerja, melihat karakteristik setiap pegawai,” kata Suahasil.
Delapan Pejabat dari DJP dan Bea Cukai
Dari 14 pejabat yang dilantik, delapan di antaranya berasal dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Berikut daftar lengkapnya:
DJP:
Sekti Widihartanto – Kepala Kanwil DJP Daerah Istimewa Yogyakarta·
Ihsan Priyawibawa – Kepala Kanwil DJP Kalimantan Timur dan Utara·
Ani Natalia – Kepala Kanwil DJP Papua, Papua Barat, dan Maluku·
Agung Krisdiyanto – Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan Perpajakan
DJBC:
Adhang Noegroho Adhi – Kepala Kanwil DJBC Maluku·
Galih Elham Setiawan – Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok·
Agus Amiwijaya – Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai·
Estty Purwadiani Hidayatie – Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Kapasitas dan Kinerja Organisasi
Pejabat lainnya:
Herman Saheruddin – Pejabat Ex-Officio Sekretaris KSSK·
Ayu Sukorini – Pejabat Ex-Officio Direktur Asesmen Pasar Keuangan, Sistem Pembayaran, dan Lembaga Keuangan Lainnya·
Teddy Suhartadi Permadi – Sekretaris Pengadilan Pajak·
Bismar Fahlerie – Wakil Sekretaris Pengadilan Pajak·
Panca Putra Jaya – Kepala Kanwil DJKN Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat·
Evy Mulyani – Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi TengahPesan Khusus untuk Pajak dan Bea Cukai
Suahasil memberikan arahan spesifik kepada pejabat DJP dan DJBC yang baru dilantik. Untuk jajaran pajak, ia meminta agar otoritas tidak hanya mampu membaca perekonomian Indonesia, tetapi juga memahami perilaku wajib pajak. “Target penerimaan sangat penting, namun kita perlu membangun sistem perpajakan yang kredibel, adil, dan mampu menopang keuangan negara secara berkelanjutan,” katanya.
Sementara untuk Bea Cukai, Suahasil menekankan pentingnya pengawasan yang semakin tajam dan berbasis risiko. “Harus mulai dari hulunya, dari kegiatan ekonominya diperhatikan,” ujarnya.
Latar Belakang: Polemik “Nama Ajaib”
Pelantikan ini menuntaskan rangkaian panjang perombakan yang sempat menuai polemik. Pada 10 September 2026, Purbaya yang saat itu masih menjabat Menkeu merombak ratusan pejabat Kemenkeu, dengan mayoritas berada di DJP dan DJBC. Namun, Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama meminta agar rotasi tersebut ditunda atau dibatalkan. Alasannya, terdapat sejumlah nama yang tidak mengikuti proses assessment dan talent management.
“Ada beberapa nama-nama ‘ajaib’ yang tidak ikut proses assessment dan talent management. Itu yang membuat saya dan Dirjen Bea dan Cukai meminta untuk ditunda dulu, dibatalkan,” kata Bimo. Bimo menilai kehadiran pejabat yang melompati prosedur memberi sinyal buruk bagi pegawai lain yang telah mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan benar.
Purbaya: Perombakan Sebagian Penyebab Pencopotan
Eks Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa keputusannya merombak ratusan pejabat Kemenkeu kemungkinan menjadi salah satu pemicu pencopotan dirinya oleh Presiden Prabowo Subianto. Hal ini disampaikannya usai serah terima jabatan pada Selasa (15/9).“Sebagian ada (karena perombakan pejabat). Sebagian iya,” ujar Purbaya. Meski demikian, Purbaya membantah adanya gesekan internal dengan anak buahnya di Kemenkeu.
Ia menegaskan pergantian menteri merupakan hak prerogatif Presiden. Purbaya dicopot dari jabatan Menkeu pada 14 September 2026, hanya berselang empat hari setelah perombakan besar-besaran yang dilakukannya. Suahasil Nazara, yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan, ditunjuk sebagai penggantinya.
Dengan tuntasnya seluruh proses penempatan melalui mutasi dan promosi, Suahasil meminta seluruh jajaran Kemenkeu untuk fokus bekerja. “Saya telah meminta kepada seluruh pejabat Kementerian Keuangan untuk sekarang bekerja, menuntaskan, mengerjakan seluruh tugas Kementerian Keuangan bagi Indonesia,” tegasnya.
Pelantikan pejabat Eselon III, Eselon IV, dan tingkatan struktural di bawahnya telah diselesaikan secara internal oleh masing-masing pimpinan unit Eselon I terkait.
(Dinar K/ berbagai sumber)
