Pramono Anung Bantah Jakarta Siaga 1: “Kalau Ada, Saya Pasti Dikoordinasikan”

1793863548471

Pemprov fokus pada antisipasi cuaca ekstrem dan 500 tahun Jakarta. (Foto: Pemprov DKI)

GEBRAK.ID,JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membantah tegas kabar yang menyebutkan bahwa Ibu Kota saat ini berada dalam status Siaga 1. Ia memastikan bahwa aktivitas pemerintahan dan koordinasi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta masih berjalan normal seperti biasa.

Pramono mengungkapkan bahwa dirinya belum menerima koordinasi maupun pemberitahuan resmi dari pihak mana pun terkait penetapan status tersebut. Menurutnya, sebagai kepala daerah, ia harus menjadi pihak pertama yang diberi tahu apabila Jakarta benar-benar berada dalam kondisi Siaga 1. “Saya tidak, karena apa pun sebagai gubernur, kalau ada Siaga 1 pasti saya dikoordinasikan,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Ia juga menyinggung rapat koordinasi yang baru saja digelar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta. Menurut Pramono, kegiatan tersebut berlangsung kondusif dan tidak ada indikasi situasi darurat. “Tapi sampai hari ini enggak ada, wong kita juga rapat baik-baik saja. Jadi saya tidak mendengar itu,” ujarnya.

Isu Mencuat Usai Pengerahan Personel TNI

Rumor mengenai status Siaga 1 di Jakarta mencuat setelah beredarnya informasi terkait pengerahan puluhan ribu personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk memperkuat pengamanan wilayah Ibu Kota. Berdasarkan Surat Telegram Panglima TNI Nomor STR/96/2026 tertanggal 2 November 2026, sebanyak 20.980 personel dikerahkan dalam empat tahap. Dari total tersebut, sebanyak 2.100 personel berasal dari satuan yang sudah berada di Jakarta, sementara 5.740 personel didatangkan dari luar daerah. Adapun 13.140 personel lainnya disiagakan di markas masing-masing menunggu perintah pergerakan.

Menanggapi hal itu, Pramono menyatakan dukungannya terhadap langkah penguatan pengamanan di Ibu Kota. Ia menegaskan bahwa urusan pertahanan dan keamanan merupakan kewenangan pemerintah pusat, sehingga Pemprov DKI hanya dapat mendukung penuh kebijakan tersebut.

Fokus Pemprov: Antisipasi Cuaca Ekstrem hingga 500 Tahun Jakarta

Dalam rapat Forkopimda yang digelar hari itu, Pramono mengungkapkan bahwa pihaknya membahas sejumlah agenda strategis. Mulai dari antisipasi potensi banjir, persiapan penyambutan lima abad Jakarta, hingga upaya membuat Ibu Kota lebih hijau dan sejuk.

Pemprov DKI juga membahas langkah mitigasi menghadapi potensi cuaca ekstrem. Hal ini menyusul laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan curah hujan tertinggi akan terjadi pada Februari 2027 mendatang.

Dengan bantahan resmi ini, Pramono berharap masyarakat tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia memastikan bahwa Jakarta dalam kondisi aman dan pemerintahan berjalan sebagaimana mestinya.

(Dinar K/ pemprov DKI)

Dukung GEBRAK.ID

Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.

Dukung lewat Saweria
Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID