Ben Shelton Singkirkan Juara Bertahan Carlos Alcaraz dalam 5 Set, Tiket Semifinal US Open di Tangan

ben shelton as

Petenis Amerika Serikat (AS) Ben Shelton bereaksi pada pertandingan perempat final US Open 2026 melawan petenis Spanyol Carlos Alcaraz di Arthur Ashe Stadium, New York, Amerika Serikat, Rabu (9/9/2026) WIB. (Foto: USTA)

GEBRAK.ID — Ben Shelton membuat kejutan besar di US Open 2026. Petenis Amerika Serikat (AS) itu menyingkirkan juara bertahan Carlos Alcaraz melalui duel lima set yang berlangsung dramatis di Arthur Ashe Stadium, New York, Amerika Serikat, Rabu (9/9/2026) WIB.

Shelton yang berstatus unggulan kedelapan menang dengan skor 6-7(5), 6-1, 6-3, 1-6, 7-6(7) dalam pertandingan yang berlangsung selama empat jam 28 menit. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi yang pertama bagi Shelton atas petenis yang berada di jajaran tiga besar dunia.

Petenis kidal berusia 23 tahun itu memastikan kemenangan dengan ace berkecepatan sekitar 235 km per jam. Pukulan tersebut sekaligus mengakhiri catatan 18 kemenangan beruntun Alcaraz di turnamen Grand Slam.

“Saya sangat bersyukur dan merasa diberkati. Tuhan telah memberkati saya dengan begitu banyak hal sehingga bisa berada di sini di hadapan kalian malam ini,” kata Shelton seperti dikutip dari laman resmi US Open.

Sejak awal pertandingan, Shelton mengandalkan servis keras dan pukulan groundstroke menyilang untuk menekan Alcaraz. Ia mencatat 34 winner dan 35 kesalahan sendiri dalam laga yang menjadi salah satu kemenangan terbesar sepanjang kariernya.

Alcaraz sebenarnya mengawali pertandingan dengan baik. Petenis Spanyol itu merebut set pertama melalui tie-break setelah kedua pemain saling menekan hingga gim-gim terakhir. Namun, situasi berubah drastis pada dua set berikutnya.

Shelton mampu merebut sembilan gim secara beruntun. Ia tiga kali mematahkan servis Alcaraz pada set kedua untuk menang 6-1, kemudian kembali mengendalikan permainan pada set ketiga dan berbalik unggul 2-1.

Alcaraz yang berstatus unggulan ketiga kemudian bangkit. Pemilik tujuh gelar Grand Slam itu mematahkan servis Shelton pada gim kedua set keempat dan mempertahankan momentumnya hingga menang 6-1. Hasil tersebut memaksa pertandingan memasuki set penentuan.

Set kelima berlangsung sangat ketat. Shelton memperoleh peluang break ketika skor 4-4, tetapi Alcaraz mampu menyelamatkannya. Pertandingan akhirnya harus ditentukan melalui tie-break.

Shelton sempat unggul 3-1, tetapi Alcaraz membalikkan keadaan menjadi 5-3. Keduanya kembali imbang 6-6 sebelum Shelton mendapatkan mini-break dan memimpin 8-6. Dua poin berikutnya menjadi milik Shelton, termasuk ace ketujuhnya yang mengunci kemenangan 9-7.

“Saya menghargai setiap momen ketika berada di lapangan ini,” ujar Shelton.

Dukungan penonton juga menjadi tenaga tambahan bagi Shelton yang harus bertanding hingga dini hari. Ia mengapresiasi pelatih, keluarga, teman, serta penonton New York yang terus memberikan dukungan.

“Lewat dukungan mereka, termasuk warga New York yang tetap hadir hingga sekitar pukul 03.00 dan terus meneriakkan ‘USA’ sampai akhir, saya bisa terus bertahan dan meraih kemenangan ini,” katanya.

Kemenangan tersebut mengantarkan Shelton ke semifinal US Open untuk kedua kalinya. Ia akan menghadapi sesama petenis Amerika Serikat, Frances Tiafoe, yang lebih dulu mengalahkan Alex Michelsen dalam lima set.

Semifinal ini juga menjadi ulangan pertemuan Shelton dan Tiafoe di US Open. Shelton menang atas Tiafoe pada perempat final 2023, sedangkan Tiafoe tercatat sudah tiga kali mencapai semifinal US Open.

Shelton datang ke US Open dengan modal kuat setelah menjuarai Masters 1000 Montreal tanpa kehilangan satu set. Kini, ia tinggal selangkah lagi untuk kembali menembus final Grand Slam.

(A. Rayyan K/Sumber: US Open)