Industri Film Indonesia Pecahkan Rekor: 80,2 Juta Penonton Padati Bioskop Sepanjang 2025!

Menteri Kebudayaan (Menbud) Republik Indonesia (RI), Fadli Zon, menyebut capaian industri film Indonesia pada 2025 sebagai penanda kuatnya fondasi ekosistem perfilman nasional.(Foto: Humas Kementerian Kebudayaan)

JAKARTA -- Industri perfilman Indonesia menutup tahun 2025 dengan catatan bersejarah. Hingga 31 Desember 2025, jumlah penonton film nasional tercatat menembus 80,27 juta orang. Capaian ini bukan hanya melampaui rekor tahun sebelumnya, tetapi juga menegaskan posisi film Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri.

Data tersebut menunjukkan adanya lonjakan minat publik yang konsisten terhadap film nasional. Pada 2024, jumlah penonton film Indonesia tercatat sebesar 80,21 juta. Artinya, di tengah berbagai tantangan, industri film nasional justru mampu mempertahankan bahkan sedikit melampaui capaian tertingginya.

Menteri Kebudayaan (Menbud) Republik Indonesia (RI), Fadli Zon, menyebut capaian ini sebagai penanda kuatnya fondasi ekosistem perfilman nasional. Menurutnya, angka 80,27 juta penonton tidak sekadar menjadi rekor baru, tetapi juga mencerminkan ketangguhan industri kreatif Indonesia yang terus tumbuh.

“Ini adalah bukti bahwa ekosistem perfilman Indonesia semakin solid dan dipercaya masyarakat,” ujar Fadli Zon dalam keterangannya.

Prestasi tersebut terasa semakin bermakna mengingat sepanjang 2025 industri bioskop sempat dihadapkan pada dinamika situasi sosial di sejumlah wilayah. Kondisi itu sempat memengaruhi operasional bioskop di titik-titik strategis. Namun, antusiasme publik yang tinggi terhadap film nasional mampu menggerakkan kembali denyut industri layar lebar.

Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menilai kesetiaan penonton terhadap film Indonesia menjadi kunci utama capaian ini. Sepanjang 2025, sebanyak 201 judul film nasional dirilis ke bioskop dengan ragam genre yang semakin berwarna.

“Produktivitas sineas kita luar biasa. Dengan 201 film yang tayang, ini menjadi momentum penting agar film Indonesia semakin berjaya di dalam negeri dan siap melangkah ke panggung global,” kata Mahendra.

Dari sisi genre, film horor masih mendominasi dengan 90 judul, disusul drama sebanyak 66 judul. Sementara genre lain seperti komedi, laga, dan religi turut memperkaya pilihan tontonan masyarakat, sekaligus memperluas segmen penonton film nasional.

Tingginya aktivitas produksi juga tercermin dari kinerja layanan perfilman yang dikelola Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan sepanjang Januari hingga Desember 2025. Dalam periode tersebut, diterbitkan 2.732 Tanda Pemberitahuan Pembuatan Film (TPPF). Sekitar 54 persen di antaranya merupakan TPPF film, baik film pendek, film panjang, serial, maupun bentuk produksi lainnya.

Selain itu, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 41.092 film dan iklan dinyatakan lulus sensor. Dari jumlah tersebut, sekitar 64,4 persen merupakan karya nasional, sementara sisanya berasal dari produksi impor. Berdasarkan klasifikasi usia, mayoritas film dan iklan masuk kategori 13+ dan Semua Umur, menunjukkan luasnya spektrum tontonan yang beredar di masyarakat.

Arus film impor juga tetap terjaga. Sepanjang tahun lalu, terdapat 1.038 layanan Surat Rekomendasi Impor Film (SRIF) yang diajukan oleh 36 perusahaan, dengan film berasal dari 52 negara. Amerika Serikat, India, Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok menjadi negara penyumbang film impor terbanyak.

Tak hanya sebagai pasar, Indonesia juga semakin diminati sebagai lokasi produksi film internasional. Sepanjang 2025, tercatat 2.114 kru asing melakukan pengambilan gambar di berbagai daerah di Tanah Air. Kementerian Kebudayaan menerbitkan 158 surat persetujuan syuting film asing, mencakup film dokumenter, film naratif, serial, hingga produksi komersial lainnya.

Meningkatnya kehadiran produksi asing dari Asia, Eropa, hingga Australia mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra kreatif yang diperhitungkan di tingkat global.

Kementerian Kebudayaan menegaskan akan terus memperkuat ekosistem perfilman nasional melalui kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan. Penguatan regulasi, peningkatan layanan publik, serta perluasan kolaborasi dengan pelaku industri nasional dan internasional akan terus didorong.

Capaian 80,2 juta penonton sepanjang 2025 menjadi fondasi penting bagi film Indonesia untuk melangkah lebih jauh—bukan hanya berjaya di negeri sendiri, tetapi juga tampil sebagai kekuatan budaya yang berdaya saing di panggung dunia.

Posting Komentar untuk "Industri Film Indonesia Pecahkan Rekor: 80,2 Juta Penonton Padati Bioskop Sepanjang 2025!"