![]() |
| PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI yang berlokasi di Bandung akan segera ditutup. (Foto: Wikipedia) |
GEBRAK.ID; YOGYAKARTA -- Kabar mengejutkan datang dari dunia BUMN. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, secara resmi mengumumkan bahwa PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat, akan segera ditutup.
Pengumuman ini disampaikan Dony dalam acara Jogja Financial Festival 2026 di Yogyakarta, Sabtu (23/5/2026). Menurutnya, penutupan ini merupakan bagian dari kebijakan besar pemerintah untuk merampingkan (streamlining) BUMN yang dinilai tidak lagi memiliki prospek bisnis yang sehat .
"Kalau di Bandung itu ada PT INTI yang sangat terkenal, sekarang menghadapi persoalan, mungkin akan kita tutup juga," ujar Dony di hadapan para peserta.
Dony menjelaskan bahwa akar masalah utama BUMN selama ini adalah sistem yang berjalan sendiri-sendiri (silo). Ketidakterintegrasian ini membuat BUMN yang sehat seperti BRI dan Bank Mandiri tidak bisa memberikan intervensi kepada rekan-rekannya yang sedang sakit, seperti PT INTI maupun PT Krakatau Steel .
Kejayaan Masa Lalu VS Realita Kini
Penutupan PT INTI seakan mengubur "pabrik telekomunikasi" yang semasa Orde Baru menjadi tulang punggung pembangunan infrastruktur digital Indonesia. Didirikan pada 30 Desember 1974, PT INTI pernah ditunjuk sebagai pemasok tunggal Sentral Telepon Digital Indonesia (STDI) antara tahun 1985 hingga 1998. Pada masa itu, PT INTI menguasai hampir 60 persen pangsa pasar infrastruktur telekomunikasi nasional .
Namun, gempuran era digital dan persaingan bisnis yang ketat membuat BUMN pelat merah ini limbung. Meskipun sempat menunjukkan secercah harapan pada Agustus 2025 dengan mencatatkan overachievement pendapatan hingga 442 persen berkat bisnis semikonduktor dan produksi smartcard untuk perbankan, hal itu tidak cukup untuk menyelamatkan perusahaan induk .
Bukan yang Pertama, Ini Strategi Danantara
Penutupan PT INTI bukanlah langkah dadakan. Dony Oskaria sebelumnya mengungkapkan bahwa sejak program streamlining digalakkan, total 167 BUMN (termasuk anak dan cucu usaha) telah dilikuidasi. Targetnya, dari 1.100 entitas BUMN, hanya akan tersisa 257 perusahaan yang fokus pada bisnis inti .
"Niatnya baik, untuk efisiensi. Karyawan juga tidak usah khawatir kena PHK. Ini efisiensi proses bisnis, bukan menghilangkan pekerjaan," tegas Dony di kesempatan terpisah beberapa waktu lalu .
Dengan bergabungnya PT INTI ke dalam Holding Danantara (yang sebelumnya lolos dari status BUMN Titip Kelola pada Juni 2025), nasib PT INTI memang sudah ditentukan oleh hitung-hitungan bisnis yang lebih ketat. Danantara sebagai sovereign wealth fund baru Indonesia lebih memilih mengkonsolidasikan aset yang sehat daripada terus menerus menghidupi perusahaan yang 'merugi' .
Penutupan ini menandai berakhirnya era salah satu pionir teknologi di Indonesia, digantikan oleh peta bisnis BUMN yang lebih ramping, modern, dan kompetitif.
(berbagai sumber)
