![]() |
| Bridgestone mulai mengoperasikan ban tanpa angin AirFree untuk layanan komersial kendaraan otonom lansia di Jepang. (Foto: Bridgestone.com) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID,JAKARTA – Produsen ban asal Jepang, Bridgestone, pada Juli 2026 resmi membawa teknologi ban tanpa udara (airless tire) menuju tahap penggunaan komersial setelah hampir dua dekade melakukan riset dan pengembangan. Teknologi yang diberi nama AirFree tersebut mulai dioperasikan pada kendaraan otonom berkecepatan rendah di Kota Higashiomi, Prefektur Shiga, Jepang.
Langkah ini menjadi tonggak penting bagi Bridgestone karena untuk pertama kalinya ban AirFree digunakan dalam layanan komersial reguler, bukan sekadar demonstrasi atau uji coba terbatas.
Meski demikian, ban tanpa udara tersebut masih ditujukan untuk kendaraan berkecepatan rendah sehingga belum dipasarkan untuk mobil penumpang yang digunakan sehari-hari.
Digunakan pada Kendaraan Otonom untuk Lansia
Pada tahap awal, AirFree dipasang pada kendaraan otonom yang berfungsi sebagai sarana transportasi warga lanjut usia di Kota Higashiomi. Kendaraan tersebut memiliki desain menyerupai kereta golf dengan dimensi yang lebih panjang dan beroperasi di kawasan perkotaan dengan kecepatan rendah.
Pemilihan kendaraan tersebut dilakukan karena karakteristik operasionalnya dinilai sesuai dengan kemampuan teknologi AirFree saat ini yang masih difokuskan untuk mobilitas jarak pendek dengan tingkat keamanan tinggi.
Hasil Pengembangan Selama 18 Tahun
Bridgestone mulai mengembangkan konsep ban tanpa udara sejak 2008. Setelah melalui beberapa generasi penyempurnaan, versi ketiga AirFree diperkenalkan pada 2023 dan kini memasuki tahap implementasi komersial.
Berbeda dengan ban konvensional yang mengandalkan tekanan angin, AirFree menggunakan struktur jari-jari berbahan resin termoplastik elastis yang menopang bobot kendaraan sekaligus menyerap guncangan.
Bagian luar ban tetap menggunakan lapisan tapak (tread) berbahan karet sehingga tetap mampu memberikan traksi saat melaju di permukaan jalan.
Salah satu insinyur Bridgestone, Masaki Ota, dikutip dari carscoop.com (12/7/2026) mengatakan terobosan tersebut lahir setelah tim mengubah pendekatan dalam pengembangan material.
Alih-alih membuat material semakin keras, tim justru menggunakan resin fleksibel dengan desain struktur yang mampu menyebarkan beban secara merata sehingga kenyamanan berkendara tetap terjaga.
Bebas Risiko Ban Kempis
Teknologi tanpa udara menawarkan sejumlah keunggulan dibanding ban konvensional.
Karena tidak menggunakan tekanan angin, AirFree tidak mengalami risiko kebocoran ataupun ban pecah akibat kehilangan tekanan udara. Selain itu, struktur ban dirancang menggunakan material yang dapat didaur ulang sehingga mendukung target keberlanjutan perusahaan dalam mengurangi limbah.
Bridgestone juga sedang menyiapkan model bisnis yang menggabungkan penjualan ban dengan layanan purnajual, termasuk program pengumpulan dan daur ulang material ban setelah masa pakainya berakhir.
Kecepatan Masih Dibatasi
Dalam demonstrasi kepada media, AirFree dipasang pada kendaraan tanpa pengemudi yang melaju dengan kecepatan sekitar 12 mph atau sekitar 20 km/jam.
Batas kecepatan tersebut menunjukkan bahwa teknologi ini masih berada pada tahap awal penerapan sehingga belum ditujukan untuk kendaraan penumpang yang beroperasi di jalan tol maupun perjalanan jarak jauh.
Bridgestone masih terus melakukan pengembangan agar struktur ban mampu menahan beban, panas, dan gaya sentrifugal yang lebih besar pada kecepatan tinggi.
Tampil Mencolok dengan Warna Biru
Secara visual, AirFree memiliki ciri khas berupa warna biru terang yang disebut Empowering Blue.
Menurut Bridgestone, warna tersebut dipilih untuk meningkatkan visibilitas kendaraan sehingga lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain, terutama saat kondisi cahaya redup.
Dikembangkan Hingga untuk Kendaraan Penjelajah Bulan
Selain untuk kendaraan perkotaan, Bridgestone juga mengembangkan struktur AirFree sebagai dasar teknologi ban bagi kendaraan penjelajah bulan (lunar rover).
Pengembangan tersebut menunjukkan bahwa teknologi ban tanpa udara memiliki potensi penggunaan yang jauh lebih luas, mulai dari kendaraan otonom, sektor industri, hingga eksplorasi luar angkasa.
Hingga kini Bridgestone belum mengumumkan jadwal produksi massal maupun penjualan AirFree untuk konsumen umum. Perusahaan masih memfokuskan penyempurnaan teknologi sebelum ban tersebut dipasarkan secara luas.
(berbagai sumber)
