Harga Emas Antam Turun Lagi Selasa Hari Ini, Anjlok Rp20.000 per Gram Jadi Rp2,615 Juta

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan pada perdagangan Selasa (14/7/2026). Setelah sehari sebelumnya terkoreksi Rp20.000 per gram, harga logam mulia kembali turun dengan nominal yang sama sehingga kini berada di level Rp2.615.000 per gram. (Foto: Aneka Logam)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan pada perdagangan Selasa (14/7/2026). Setelah sehari sebelumnya terkoreksi Rp20.000 per gram, harga logam mulia kembali turun dengan nominal yang sama sehingga kini berada di level Rp2.615.000 per gram.

Berdasarkan informasi dari laman resmi Logam Mulia yang dipantau pada pukul 10.00 WIB, harga emas Antam turun dari sebelumnya Rp2.635.000 menjadi Rp2.615.000 per gram.

Tak hanya harga jual, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga ikut mengalami penurunan. Saat ini, Antam menetapkan harga buyback sebesar Rp2.352.000 per gram.

Perlu diketahui, harga emas Antam dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan harga emas dunia dan kondisi pasar.

Bagi masyarakat yang ingin menjual kembali emasnya ke Antam, transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai transaksi.

Sementara itu, pembelian emas Antam juga dikenakan PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar sesuai ketentuan yang berlaku.

Berikut daftar harga emas Antam terbaru pada Selasa, 14 Juli 2026:

* 0,5 gram: Rp1.357.500
* 1 gram: Rp2.615.000
* 2 gram: Rp5.170.000
* 3 gram: Rp7.730.000
* 5 gram: Rp12.850.000
* 10 gram: Rp25.645.000
* 25 gram: Rp63.987.000
* 50 gram: Rp127.895.000
* 100 gram: Rp255.712.000
* 250 gram: Rp639.015.000
* 500 gram: Rp1.277.820.000
* 1.000 gram (1 kilogram): Rp2.555.600.000

Penurunan harga emas dalam dua hari berturut-turut menjadi perhatian para investor maupun masyarakat yang menjadikan logam mulia sebagai instrumen investasi jangka panjang. 

Kondisi ini juga dapat dimanfaatkan calon pembeli yang ingin menambah kepemilikan emas saat harga sedang mengalami koreksi.

Meski demikian, para pelaku investasi tetap disarankan memperhatikan perkembangan harga emas global dan kondisi ekonomi internasional karena keduanya sangat memengaruhi pergerakan harga emas di dalam negeri.

(Sumber: Antam)