Editor: Damar Pratama
Pelatih Timnas Swiss di Piala Dunia 2026, Murat Yakin. (Foto: X/FIFA)
GEBRAK.ID, ATLANTA – Semifinal Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina melawan Inggris mulai memanas bahkan sebelum bola bergulir. Di tengah persiapan Albiceleste menghadapi laga krusial tersebut, pelatih Swiss Murat Yakin kembali melontarkan kritik tajam terkait kekalahan timnya di babak perempat final.
Yakin mengaku masih sulit menerima hasil pertandingan yang membuat Swiss tersingkir setelah kalah 1-3 dari Argentina melalui babak perpanjangan waktu di Kansas City Stadium.
Menurutnya, timnya bukan hanya menghadapi kualitas Argentina sebagai juara bertahan, tetapi juga keputusan perangkat pertandingan yang dinilai merugikan.
"Kami tidak hanya melawan Argentina sang juara bertahan. Tapi, kami juga melawan wasit dan VAR," ujar Yakin seperti dikutip dari Tribuna, Rabu (15/7/2026).
Yakin juga menyoroti atmosfer stadion yang dipenuhi puluhan ribu pendukung Argentina. "Stadion juga dipenuhi sekitar 70 ribu suporter Argentina. Tentu saja ini menyakitkan," lanjutnya.
Komentar tersebut berkaitan dengan insiden kontroversial yang melibatkan penyerang Swiss, Breel Embolo, pada menit ke-72. Embolo menerima kartu kuning kedua setelah wasit meninjau ulang tayangan VAR dan menilai sang pemain melakukan diving saat berduel dengan Leandro Paredes.
Keputusan itu menjadi salah satu penerapan aturan baru VAR di Piala Dunia 2026 yang memungkinkan wasit meninjau ulang pelanggaran untuk memberikan sanksi disiplin. Bermain dengan 10 orang membuat Swiss kesulitan mengimbangi Argentina hingga akhirnya kebobolan dua gol pada babak tambahan melalui Julian Alvarez dan Lautaro Martinez.
Pernyataan Yakin berpotensi menimbulkan konsekuensi. FIFA dapat menjatuhkan sanksi atau denda apabila menilai komentarnya melanggar prinsip sportivitas dan Fair Play.
Argentina fokus ke semifinal
Di sisi lain, skuad Argentina memilih mengalihkan perhatian sepenuhnya ke duel semifinal melawan Inggris yang akan berlangsung di Stadion Atlanta, Amerika Serikat.
Gelandang Alexis Mac Allister menegaskan timnya tidak dibayangi tekanan meski membawa status juara bertahan. "Kami tidak merasakan tekanan. Kami sudah berpengalaman bermain di semifinal Piala Dunia dan kami berharap itu membantu," ujar pemain Liverpool tersebut.
Meski optimistis, Mac Allister mengingatkan rekan-rekannya agar tidak memandang remeh Inggris yang kini ditangani Thomas Tuchel.
"Inggris mempunyai sederet pemain yang luar biasa dan mereka ditangani pelatih yang bagus. Saya sama sekali tidak terkejut mereka bisa sampai sejauh ini," kata Mac Allister.
(Sumber: Tribuna)