GEBRAK.ID, ATLANTA – Timnas Argentina menegaskan datang ke semifinal Piala Dunia 2026 tanpa dibayangi tekanan meski akan menghadapi Inggris dalam duel sarat gengsi di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Rabu (15/7/2026) waktu setempat.
Gelandang Alexis Mac Allister menilai pengalaman Albiceleste tampil di laga-laga besar menjadi modal penting untuk menghadapi salah satu pertandingan paling menentukan dalam perjalanan mereka mempertahankan gelar juara dunia.
"Kami tidak merasakan tekanan. Kami sudah berpengalaman bermain di semifinal Piala Dunia dan kami berharap itu membantu," ujar Mac Allister sebelum sesi latihan di Atlanta United Training Ground, Marietta, Georgia.
Meski percaya diri, pemain Liverpool itu memastikan Argentina sama sekali tidak meremehkan kualitas Inggris yang kini ditangani Thomas Tuchel. Menurutnya, The Three Lions memiliki banyak pemain kelas dunia dan layak menembus empat besar.
"Inggris mempunyai sederet pemain yang luar biasa dan mereka ditangani pelatih yang bagus. Saya sama sekali tidak terkejut mereka bisa sampai sejauh ini," kata Mac Allister.
Mental jadi senjata utama
Gelandang senior Argentina Rodrigo De Paul menyebut faktor mental akan sangat menentukan hasil pertandingan menghadapi Inggris. Karena itu, ia mengaku menjalani berbagai persiapan di luar latihan teknis agar tetap fokus sepanjang pertandingan.
"Mental sangat penting dan saya terus memperkuatnya," kata De Paul.
Pemain Inter Miami itu mengungkapkan dirinya rutin berdiskusi dengan psikolog tim nasional serta menghabiskan waktu bersama keluarga dan orang-orang terdekat untuk menjaga ketenangan jelang laga besar.
Menurut De Paul, ia juga membayangkan berbagai kemungkinan yang bisa terjadi selama pertandingan agar lebih siap menghadapi tekanan di lapangan.
"Saya juga harus dapat mengendalikan emosi meski kadang itu tidak selalu bisa dilakukan. Semua energi saya fokuskan untuk pertandingan besok," tegas dia.
Argentina siap kuasai permainan
Bek kanan Gonzalo Montiel menegaskan Argentina akan berusaha mengendalikan jalannya pertandingan sejak menit awal. Namun, ia memastikan timnya juga siap jika harus menghadapi tekanan dari Inggris.
"Tentu saja kami lebih memilih untuk menguasai bola dan mengendalikan pertandingan," ujar Montiel.
Montiel menilai pengalaman Argentina melewati laga-laga sulit pada babak gugur menjadi bukti bahwa tim asuhan Lionel Scaloni memiliki karakter kuat.
Argentina sebelumnya harus berjuang keras saat menyingkirkan Tanjung Verde, Mesir, dan Swiss. Bahkan, Albiceleste sempat tertinggal dua gol saat menghadapi Mesir sebelum akhirnya membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-2.
"Jadi, kami sudah melewati masa sulit. Semua pemain menganggap spesial momen mengenakan jersei Argentina," kata Montiel.
Duel penuh sejarah
Pertandingan Argentina kontra Inggris selalu memiliki sejarah panjang di Piala Dunia. Kedua negara telah bertemu 14 kali di berbagai ajang internasional, dengan Inggris membukukan enam kemenangan, Argentina meraih tiga kemenangan, sementara lima laga lainnya berakhir imbang.
Salah satu duel paling dikenang terjadi pada perempat final Piala Dunia 1986 ketika Diego Maradona membawa Argentina menang 2-1 lewat dua gol legendaris, yakni gol "Tangan Tuhan" dan gol yang kemudian dijuluki sebagai "Gol Abad Ini".
Argentina sudah mengoleksi tiga trofi Piala Dunia pada 1978, 1986 dan 2022. Adapun Inggris baru sekali meraihnya pada 1966.
Kini, Argentina berambisi mempertahankan gelar juara dunia yang diraih pada edisi 2022. Kemenangan atas Inggris akan membawa Lionel Messi dan kolega selangkah lebih dekat mempertahankan mahkota tertinggi sepak bola dunia dengan menjajal Spanyol di partai final Piala Dunia 2026.
(Berbagai Sumber)
