Job Fair Magelang 2026 Dibuka, Wamenaker: Peluang Kerja Makin Terbuka di Tengah Perubahan Industri

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor saat membuka Pameran Kesempatan Kerja atau Job Fair Kota Magelang Tahun 2026 di Magelang, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2026). (Foto: Humas Kemnaker)
 Editor: Devona R

GEBRAK.ID, MAGELANG -- Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan, penyelenggaraan Job Fair menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap lapangan pekerjaan di tengah perubahan kebutuhan dunia industri yang terus berkembang.

Hal tersebut disampaikan Afriansyah saat membuka Pameran Kesempatan Kerja atau Job Fair Kota Magelang Tahun 2026 di Magelang, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, perkembangan teknologi, dinamika ekonomi global, hingga perubahan pola kebutuhan tenaga kerja membuat pemerintah perlu terus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat agar kompetensi tenaga kerja semakin sesuai dengan kebutuhan industri.

"Dalam situasi pasar kerja yang terus berubah, penyelenggaraan Job Fair memiliki peran penting karena mempertemukan secara langsung pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja," ujar Afriansyah.

Afriansyah menjelaskan, Job Fair bukan sekadar ajang mencari lowongan pekerjaan. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi para pencari kerja untuk mengenal kebutuhan dunia industri, memahami proses rekrutmen, sekaligus membangun komunikasi langsung dengan perusahaan.

"Job Fair bukan hanya tempat mencari lowongan pekerjaan, tetapi juga menjadi ruang bagi pencari kerja untuk mengenali kebutuhan industri dan mempersiapkan kemampuan yang sesuai dengan perkembangan dunia kerja," kata Afriansyah.

Afriansyah menilai, perubahan industri saat ini justru menghadirkan berbagai peluang baru di sejumlah sektor. Karena itu, pencari kerja didorong untuk terus meningkatkan kemampuan, baik keterampilan teknis maupun keterampilan nonteknis seperti komunikasi, kemampuan beradaptasi, hingga pemecahan masalah.

Menurutnya, tenaga kerja yang memiliki kompetensi tinggi dan terus belajar akan memiliki daya saing yang lebih kuat di tengah persaingan dunia kerja yang semakin dinamis.

"Tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan terus belajar akan memiliki daya saing lebih kuat dalam menghadapi perubahan dunia kerja," ujar Afriansyah.

Selain mendorong penyerapan tenaga kerja di sektor formal, Wamenaker juga mengajak masyarakat melirik peluang dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menilai UMKM memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kemandirian ekonomi.

"UMKM bukan sekadar alternatif, tetapi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi. Banyak peluang dapat berkembang dari sektor ini," jelas Afriansyah.

Pada kesempatan itu, Afriansyah mengapresiasi Pemerintah Kota Magelang beserta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Job Fair 2026.

Afriansyah berharap kegiatan tersebut mampu mempererat hubungan antara pencari kerja dan dunia usaha, memperluas kesempatan kerja, serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah juga terus mendorong penyelenggaraan berbagai program ketenagakerjaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar lebih siap menghadapi tantangan dan kebutuhan industri di masa depan.

(Sumber: Biro Humas Kemnaker)