![]() |
| Pramono Anung akan meminta mal di Jakarta melepas pagar tinggi di area depan dan memastikan keamanan ibu kota bersama TNI-Polri. ( Foto: pemrov DKI( |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID,JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan akan meminta pengelola pusat perbelanjaan atau mal di Jakarta untuk melepas pagar tinggi yang dipasang di area depan bangunan. Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga rasa aman masyarakat tanpa menimbulkan kesan bahwa situasi keamanan ibu kota sedang memburuk.
Pernyataan itu disampaikan Pramono saat ditemui wartawan di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026). Ia mengaku memperhatikan fenomena pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal yang belakangan ramai menjadi perbincangan publik.
“Berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati. Mungkin bagian dari kekhawatiran, tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali,” ujar Pramono.
Menurutnya, kekhawatiran yang berlebihan justru tidak baik bagi kondisi psikologis masyarakat maupun citra Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi, bisnis, dan pariwisata nasional.
Koordinasi dengan TNI-Polri
Pramono menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan aparat penegak hukum (APH) untuk memastikan keamanan dan ketertiban di wilayah ibu kota tetap terjaga.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama aparat keamanan memiliki komitmen untuk menjaga stabilitas keamanan sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang, termasuk berkunjung ke pusat perbelanjaan.
“Yang paling penting adalah memastikan Jakarta aman dan masyarakat merasa nyaman,” katanya.
Pagar Tinggi Jadi Sorotan Publik
Pemasangan pagar tinggi di beberapa mal di Jakarta menjadi perhatian masyarakat karena dinilai tidak lazim dan menimbulkan pertanyaan mengenai kondisi keamanan di sekitar kawasan tersebut. Foto-foto pagar yang menjulang di area depan pusat perbelanjaan sempat beredar luas di media sosial dan memicu berbagai spekulasi.
Sejumlah pengelola mal diduga memasang pagar tambahan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi yang menyebutkan adanya ancaman spesifik yang menjadi dasar pemasangan pagar tersebut.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai langkah pengamanan tetap perlu dilakukan secara proporsional dan tidak menciptakan persepsi negatif terhadap kondisi keamanan ibu kota.
Jakarta Diyakini Tetap Kondusif
Pernyataan Pramono juga menjadi sinyal bahwa Pemprov DKI ingin menjaga kepercayaan publik dan dunia usaha terhadap kondisi Jakarta. Sebagai pusat perdagangan dan investasi, stabilitas keamanan dinilai sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Dengan rencana meminta pelepasan pagar tinggi di area depan mal, Pemprov DKI berharap ruang publik tetap terbuka, ramah, dan memberikan rasa aman bagi seluruh warga serta pengunjung Jakarta.
( berbagai sumber)
