Presiden FIFA Gianni Infantino Buka Suara, Tegaskan Rencana Jual Saham Piala Dunia Masih Sebatas Usulan

Presiden FIFA Gianni Infantino (kanan) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: FIFA)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID, JAKARTA -- Presiden FIFA Gianni Infantino akhirnya angkat bicara terkait polemik rencana pembentukan perusahaan baru yang akan mengelola hak komersial berbagai turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia. Menurutnya, gagasan tersebut masih sebatas proposal dan sama sekali bukan keputusan yang wajib diterapkan.

Infantino menegaskan bahwa pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) merupakan bagian dari proses konsultasi yang terbuka kepada seluruh anggota FIFA. Karena itu, setiap asosiasi memiliki hak untuk menyampaikan pandangan sebelum keputusan akhir diambil.

"FIFA Forward Enterprise sejatinya adalah sebuah proposal, sebuah tawaran. Itu merupakan bagian dari proses demokratis, sebuah proses konsultasi, dan yang terpenting, itu adalah sebuah peluang, bukan kewajiban," kata Infantino dalam video yang dirilis FIFA dan dikutip beIN Sports, Kamis (30/7/2026).

Menurut Infantino, pembentukan anak perusahaan tersebut justru bertujuan membuka potensi komersial yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pengelolaan yang lebih profesional, FIFA berharap dapat memperoleh sumber pendanaan baru untuk mendukung pengembangan sepak bola di seluruh dunia.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa rencana tersebut tidak akan berjalan tanpa persetujuan mayoritas anggota FIFA. Proposal itu masih harus mendapatkan lampu hijau melalui mekanisme pemungutan suara yang melibatkan 211 asosiasi anggota FIFA serta Dewan FIFA.

"Untuk memanfaatkan nilai tersebut dibutuhkan keahlian dan wawasan tambahan yang berbeda dari tugas mengatur dan mengembangkan olahraga ini," ujarnya.

Infantino menjelaskan, FIFA Forward Enterprise nantinya hanya akan menangani aspek komersial berbagai kompetisi milik FIFA. Ruang lingkupnya meliputi pengelolaan hak siar, kerja sama bisnis, lisensi, hingga pengembangan peluang usaha baru.

JANGAN TERLEWATKAN Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia Ditentang Liga-Liga Eropa, Dinilai Ancam Masa Depan Sepak Bola 

Infantino memastikan seluruh keuntungan yang diperoleh dari pengelolaan tersebut akan dikembalikan untuk mendukung perkembangan sepak bola di seluruh 211 asosiasi anggota FIFA.

Pernyataan Infantino muncul setelah rencana tersebut mendapat penolakan dari sejumlah organisasi sepak bola Eropa, termasuk UEFA dan European Leagues. Kedua organisasi itu menilai Piala Dunia merupakan aset bersama sepak bola dunia yang tidak semestinya dibuka bagi kepemilikan investor swasta.

Menanggapi kritik tersebut, Infantino membantah bahwa pembentukan FFE akan mengubah jati diri sepak bola internasional. Sebaliknya, ia meyakini pendanaan tambahan yang dihasilkan akan membawa manfaat langsung bagi federasi-federasi nasional dan para penggemar.

"Para penggemar di seluruh dunia akan memperoleh manfaat yang sangat besar dari potensi perubahan ini karena akan mentransformasi sepak bola di negara mereka masing-masing," cetus Infantino menandaskan.

Perdebatan mengenai masa depan pengelolaan hak komersial Piala Dunia diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. Pasalnya, usulan tersebut menyangkut salah satu aset olahraga paling bernilai di dunia dan berpotensi mengubah model bisnis sepak bola internasional.

(Sumber: beIN Sports)